KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

Damar Iradat    •    Rabu, 16 Aug 2017 19:58 WIB
korupsi e-ktp
KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam
Mantan anggota Komisi II DPR Miryam S. Haryani. Foto: MI/Romy.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mempelajari pernyataan Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingkat direktur.
 
"Lagi kita pelajari," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu 16 Agustus 2017.
 
Saut mengatakan, saat ini pihak yang disebut Miryam belum diperiksa. Namun, Ia sudah mendengar informasi tersebut.

Baca: Masinton Minta KPK Mengklarifikasi Video Pemeriksaan Miryam

Saut membantah pengawasan baru berjalan setelah rekaman video pemeriksaan Miryam dibuka ke publik. Menurutnya, hal tersebut tinggal menunggu waktu.
 
Wakil Ketua KPK lainnya, Alexander Marwata mengatakan, pihaknya bakal mengklarifikasi pernyataan Miryam sebelum melakukan pemeriksaan. Menurutnya, pengawas internal tidak bisa bergerak hanya berbekal  ucapan satu pihak.

Marwata mengaku telah mengklarifikasi hal tersebut kepada sosok yang disebut Miryam. Jawabannya, membantah pernyataan Miryam.
 
"Secara informal enggak. Kita lihat perkembangan nanti, karena saya kira tidak sesederhana. Sebab, kalau hanya orang nomong seperti itu lalu kita tindaklanjuti, bisa-bisa tidak kerja semuan,"kata Marwata.
 
Adanya informasi soal pertemuan Komisi III dengan pejabat KPK setingkat direktur mencuat setelah rekaman video pemeriksaan Miryam diputar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Baca: KPK akan Lakukan Pemeriksaan Internal Terkait Pernyataan Miryam

Dalam rekaman tersebut, Miryam mempertanyakan independensi KPK kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan yang sedang memeriksanya.
 
Miryam mengaku diberitahu oleh seorang anggota Komisi III yang menyebut ada tujuh orang dari unsur penyidik dan pegawai KPK yang menemui Komisi III. Salah satunya diduga anggota KPK setingkat direktur.
 
Novel kemudian menanyakan siapa pejabat KPK yang dimaksud oleh Miryam. Miryam mengaku tak mengenal sosok tersebut, Miryam kemudian menunjukan secarik kertas kepada Novel.
 
Setelah membaca isi catatan tersebut, Novel baru mengetahui pejabat yang dimaksud adalah direktur di bidang penyidikan KPK. Kepada Novel, Miryam mengaku diminta menyerahkan uang Rp2 miliar agar didirnya dapat diamankan.




(FZN)