KPK Periksa Novanto Terkait KTP-el Besok

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 12 Nov 2017 15:13 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
KPK Periksa Novanto Terkait KTP-el Besok
Juru Bicara KPK Febri Diansyah--Antara/Reno Esnir

Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan untuk memeriksa ketua DPR RI Setya Novanto pada Senin 13 November 2017, besok. Novanto akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi KTP elektronik (KTP-el).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo (ASS). Ini pemanggilan ketiga setelah Novanto dua kali mangkir dari pemeriksaan sebelumnya.

"Ya benar surat panggilan sudah kami sampaikan untuk jadwal pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka ASS Senin," kata Febri saat dikonfirmasi, Jakarta, Minggu 12 November 2017.

Menurut Febri, keterangan Ketua Umum Partai Golkar itu masih dibutuhkan, untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Anang. Namun, Febri masih irit bicara terkait sikap KPK jika Novanto kembali mangkir dari pemeriksaan.

"Setelah penahanan ASS, penyidik masih perlu lakukan pemeriksaan intensif untuk tersangka ASS tersebut," ujar dia.

Baca: Pengacara Novanto Sebut KPK Melecehkan Hukum

Anang merupakan Direktur Utama PT Quadra Solution yang ditetapkan sebagai tersangka baru kasus e-KTP pada 27 September 2017. PT Quadra Solution adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek KTP-elektronik (KTP-e) yang terdiri dari Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sucofindo, dan PT Sandipala Artha Putra.

Anang diduga menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya sehingga mengakibatkan kerugian negara sekurang-kurangnya Rp 2,3 triliun dari nilai proyek Rp 5,9 triliun.

Tak hanya Anang, dalam kasus ini KPK juga telah kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka. Novanto diduga telah menguntungkan diri sendiri dan korporasi dari megaproyek tersebut.

Baca: KPK Diimbau Tahan Novanto

Novanto bersama dengan Anang Sugiana Sudiharjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong dan dua mantan pejabat Kementerian Dalam Negeri Irman dan Sugiharto diduga kuat telah merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 triliun dari proyek KTP-el tersebut.

Atas perbuatannya, Novanto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.


(YDH)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA