Kubu Novanto akan Beri Bantuan Hukum untuk Firman Wijaya

Whisnu Mardiansyah    •    Rabu, 07 Feb 2018 15:51 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Kubu Novanto akan Beri Bantuan Hukum untuk Firman Wijaya
Pengacara tersangka dugaan korupsi proyek KTP Elektronik Setya Novanto, Firman Wijaya, saat mendatangi Gedung KPK, Jakarta. Foto: Antara/Rivan Awal Lingga.

Jakarta: Tim kuasa hukum Setya Novanto akan memberikan bantuan hukum kepada Firman Wijaya, pengacara Novanto, yang dilaporkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Bareskrim Mabes Polri. Firman dituding memfitnah SBY dalam kasus KTP elektronik yang membelit Novanto.

"Kalau memang betul-betul seperti itu (diproses) pasti akan disiapkan (bantuan hukum)," kata Maqdir Ismail, ketua tim kuasa hukum Novanto, saat dihubungi Medcom.id, Rabu, 7 Februari 2018.

Menurut dia, apa yang dilakukan SBY tidak menghormati etika profesi advokat. Pernyataan yang disampaikan Firman dianggap sebagai bagian kerja advokasi. Apabila ditemukan pelanggaran, proses ada di dewan etik profesi.

"Bagaimana pun itu juga ini kehormatan profesi. Ini yang harus kita jaga bersama-sama. Bukan dengan cara-cara seperti ini," jelas dia.

Imbas pelaporan, kata dia, sedikit mengganggu kerja Firman Wijaya yang saat ini masih sebagai salah satu kuasa hukum Novanto. Fokusnya terpecah antara penanganan kasus Novanto dan kasus yang dilaporkan SBY.

"Pasti akan ada masalah dan terpecah pikiran dia. Selain kita menyesuaikan perkara di persidangan, Pak Firman juga akan menghadapi laporan polisi," jelas Maqdir.

Baca: Mirwan Amir Bantah Tulis Surat ke Pemred Metro TV

SBY melaporkan Firman Wijaya ke Bareskrim Polri. SBY sendiri yang mendatangi Bareskrim. Dia menilai pernyataan Firman yang mengaitkan dirinya dalam kasus korupsi KTP elektronik sebagai fitnah. 

Kuasa hukum SBY, Ferdinand Hutahaean, menilai pernyataan Firman di luar persidangan soal kesaksian mantan politikus Partai Demokrat Mirwan Amir telah menggiring opini. Padahal, kata dia, Mirwan tak berkata demikian di persidangan.

"Mirwan Amir tak pernah bilang tokoh besar, orang besar, dan intervensi. Tak ada itu di persidangan. Tetapi kemudian Firman Wijaya di media bilang ada tokoh besar, orang besar, dan mengaitkannya dengan pemenang Pemilu 2009. Kami menilai itu arahnya ke Pak SBY. Ini yang kita nilai pencemaran nama baik dan fitnah," jelas Ferdinand. 





(OGI)