Mabes Tepis Isu Perwira Polri Rusak Barang Bukti di KPK

Faisal Abdalla    •    Selasa, 13 Mar 2018 08:20 WIB
polri
Mabes Tepis Isu Perwira Polri Rusak Barang Bukti di KPK
Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mochammad Iqbal--Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Akhir tahun lalu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), AKBP Roland Ronaldy kembali ke institusi asalnya, Mabes Polri. Beredar kabar Roland dikembalikan KPK karena diduga melakukan perusakan barang bukti kasus suap dengan tersangka Basuki Hariman. 

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Mochammad Iqbal mengatakan AKBP Roland tidak dikembalikan, melainkan masa tugasnya di KPK memang sudah selesai. 

"Yang bersangkutan itu bukan dikembalikan oleh KPK, tapi masa bertugas di KPK memang sudah selesai. Kan ada aturan kalau masa tugasnya selesai mau kembali atau tidak. Dia mau," kata Iqbal di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 12 Maret 2018. 

Baca: Penyidik KPK asal Polri Dinilai Bisa Dipidana

Iqbal menilai kembalinya Roland ke institusi Polri sangat wajar lantaran Roland adalah perwira menengah dengan karir yang masih panjang di kepolisian. Sementara, terkait adanya dugaan perusakan barang bukti di KPK, Iqbal menegaskan pihaknya sudah menindaklanjuti kabar tersebut dengan melibatkan Propam untuk menyelidiki kasus ini. 

"Hasilnya? Tidak terbukti dugaan perusakan barang bukti itu," pungkasnya. 

Berdasarkan Telegram Kapolri No. ST/663/III/KEP.2018 tertanggal 8 Maret 2018, AKBP Roland termasuk salah satu perwira menengah yang dimutasi. Ia kini menjabat sebagai Kapolres Cirebon Kota. 

Menanggapi hal itu, Iqbal menilai wajar Roland kini dipercaya untuk menduduki jabatan Kapolres. 

"Yang bersangkutan memang sudah saatnya menjadi Kapolres. Teman-teman satu angkatannya sudah jadi kapolres. itu sudah saatnya," imbuh Iqbal. 

Lebih lanjut lagi, Iqbal menuturkan pengangkatan Roland sebagai Kapolres juga salah satu bentuk penghargaan Polri terhadap anggotanya yang telah bertugas di komisi anti-rasuah. Hal itu untuk memberi motivasi kepada anggota Polri lainnya yang kini sedang bertugas di KPK. 

"Memang dorongan ini juga dari pimpinan KPK, apablila ada unsur Polri atau Kejaksaan (yang bertugas di KPK) diberi motivasi. Maka polri menjadikan yang bersangkutan kapolres atas dasar itu juga. Memang perwira Polri yang sudah bertugas di KPK harus diberikan penghargaan," tukasnya. 



(YDH)