KPK Dalami Aliran Dana Suap ke Bupati Halmahera Timur

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 05 Dec 2017 20:50 WIB
suap proyek di kemenpu-pera
KPK Dalami Aliran Dana Suap ke Bupati Halmahera Timur
Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami informasi terkait penerimaan uang terhadap Bupati Halmahera Timur Rudi Erawan. Dalam sidang Rudi disebut menerima aliran dana suap proyek pengadaan jalan di Kementerian PUPR.
 
"Info-info penting yang muncul di persidangan, pastinya tidak akan diabaikan," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, 5 Desember 2017.
 
Menurut Priharsa, untuk mendalami hal itu penyidik KPK berencana memanggil Rudi. Semua yang muncul dalam sidang akan ditelaah dan ditindaklanjuti lebih jauh.
 
"Jadi Semua informasi yang muncul di sidang akan dianalisis," ujar dia.

Baca: Hakim dan Jaksa Cecar Bupati Halmahera soal Suap di Delta Spa

Sebelumnya, dalam persidangan terdakwa Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran HI Mustary terungkap penerimaan uang terhadap Rudi sebesar Rp6,1 miliar.
 
Rudi disebut oleh tangan kanan Amran, Irman Djumadil menerima uang dari Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama Abdul Khoir. Uang itu diberikan Irman kepada Rudi di Delta Spa Pondok Indah.
 
"Saya menyerahkan (uang) di Delta Spa Pondok Indah. Saya belum pernah pergi ke sana, saya justru tahu dari Pak Rudi. Saya janjian sama Pak Rudi di sana," kata Imran di Pengadilan Tipikor, Senin, 13 Februari 2017.
 
Irman mengatakan, saat di Delta Spa dirinya memberikan uang kepada Rudi sebesar Rp3 miliar. Selain itu, Rudi juga disebut menerima Rp2,6 miliar, Rp500 juta, dan Rp200 juta.
 
Tak hanya itu, pada sidang terungkap jika penerimaan uang atas permintaan Rudi. Rudi meminta kepada Amran untuk membantunya memberikan dana kampanye. Amran kemudian meminta bantuan kepada Abdul Khoir atas atensi Rudi tersebut.
 
"Pak Rudi telepon sama Amran, minta dibantu untuk dana kampanye. Lalu Amran telepon saya menceritakan (permintaan Rudi) itu dan menanyakan apakah Abdul Khoir bisa bantu," beber Imran.




(FZN)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA