Berita Kematian Bahrun Naim Masih Spekulatif

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 05 Dec 2017 07:42 WIB
terorisme
Berita Kematian Bahrun Naim Masih Spekulatif
Bahrun Naim - ANT/Dwi Prasetya.

Jakarta: Pengamat teroris dan intelijen dari Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai berita tewasnya Bahrun Naim masih sangat spekulatif. Harits menyebut bila benar Bahrun Naim tewas maka berita itu bakal dirilis melalui media yang dimiliki oleh ISIS.

"Informasi seperti ini biasanya resmi dari kalangan pengikut ISIS itu disampaikan melalui media yang mereka punya tapi sejauh ini sumber ini tidak ada beritanya," kata dia, Senin malam, 4 Desember 2017.

Dia menambahkan berita kematian Bahrun Naim juga tidak diketahui oleh keluarganya. Dengan demikian maka kematian petinggi kelompok teroris ISIS itu belum bisa dipastikan kebenarannya, mengingat kabar ini juga hanya beredar di media sosial.

Harits melanjutkan, berita kematian beberapa tokoh ISIS dari Indonesia biasanya invalid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi tidak ada kepentingan bagi ISIS untuk menyembunyikan informasi kematian Bahrun Naim.

"Jadi kita berharap sebenarnya kepolisan melalui intelijennya di lapangan itu memberikan informasi yang akurat tentang berita seperti ini. Jadi spekulasi (berita tewasnya Bahrun Naim) ini berkembang dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," pungkas dia. 

Bahrun Naim disebut bergabung dengan kelompok ISIS di Suriah sejak 2014. Dilaporkan, ia tinggal di Raqqa bersama satu anak dan dua istrinya. Saat bertolak ke Suriah, istri mudanya tengah dalam kondisi hamil.

Bahrun lekas terkenal karena rajin menulis di blog pribadinya. Namun, blog itu berkali-kali ditutup pemerintah. Isi blog Bahrun beragam, mulai dari cara merakit bom hingga analisisnya atas bom yang diledakkan simpatisan ISIS di sejumlah tempat.
 


(REN)