Jaksa Sebut Saksi Mata Kasus Jessica bukan Segalanya

Arga sumantri    •    Senin, 17 Oct 2016 18:42 WIB
kematian mirna
Jaksa Sebut Saksi Mata Kasus Jessica bukan Segalanya
Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso berdiskusi dengan penasehat hukumnya. Foto:Antara/Akbar Nugroho Gumay.

Metrotvnews.com, Jakarta: Ada atau tidak saksi yang melihat Jessica Kumala Wongso menaburkan sianida ke gelas kopi yang diseruput Wayan Mirna Salihin bukan inti persoalan. Pembuktian Jessica sebagai peracun Mirna bisa dilihat dengan cara lain.

Jaksa Ardito Muwardi, pada persidangan kasus Mirna dengan agenda pembacaan replik di PN Jakarta Pusat, Senin (17/10/2016), mengatakan, dalam literatur hukum, memperoleh pengakuan orang yang disangka melakukan tindak pidana tidak diperlukan. Hakim masih bisa memutuskan perkara meski orang itu menampik semua sangkaan dan dakwaan.

"Melalui pemeriksaan terdakwa dan saksi hakim dapat menilai terbukti atau tidak hal itu," kata Ardito.

Baca: Kuasa Hukum Sebut tak Ada Alat Bukti Buat Jerat Jessica

Ardito menambahkan, majelis hakim pun menyimpulkan ada atau tidak unsur kesengajaan dari rangkaian peristiwa yang dibeberkan di persidangan. Hakim pun dapat memastikan suatu perbuatan lewat penyimpulan perbuatan yang tampak, seperti keterangan saksi atau rekaman kamera pengintai (CCTV) di Kafe Olivier.

"Hakim dapat menarik kesimpulan terdakwa punya kesengajaan atau tidak," tambah Ardito.

Mirna meregang nyawa usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Rabu 6 Januari. Kopi itu dipesan oleh Jessica.

Jaksa telah menuntut Jessica hukuman 20 tahun penjara. Jaksa menilai rekan Mirna di Billyblue College itu terbukti secara sah dan meyakinkam melakukan pembunuhan berencana.

 


(AZF)