Polisi Bidik Petinggi Kemenhub

Deny Irwanto    •    Jumat, 14 Oct 2016 17:38 WIB
ott di kemenhub
Polisi Bidik Petinggi Kemenhub
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya akan memeriksa pejabat tinggi Kementerian Perhubungan yang diduga terlibat kasus pungutan liar perizinan.
 
Direskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Fadil Imran mengatakan, penyidik akan melakukan panggilan kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui aliran pungli tersebut, termasuk pejabat tinggi. Namun mantan Kapolres Metro Jakarta Barat tersebut belum bisa merinci waktu pemanggilan.
 
"Nanti akan dijadwalkan," kata Fadil kepada Metrotvnews.com, Jumat (14/10/2016).
 
Fadil menjelaskan, penyidik tidak akan terburu-buru melakukan penindakan atas dugaan perbuatan pungli yang dilakukan petinggi Kemenhub.
 
Saat ini penyidik masih berupaya menyelesaikan proses pemberkasan pada tiga tersangka yang telah ditangkap saat operasi tangkap tangan (ott) beberapa waktu lalu. "Masih bereskan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) tersangka dulu," ujar Fadil.
 
Sementara itu, untuk melengkapi bukti pungli, penyidik telah mengambil rekaman CCTV (Circuit Closed Television) dari kantor Kemenhub. Rekaman CCTV tersebut akan memperjelas tindakan PNS yang melakukan pungli. "Penyidik kan masih terus melengkapi alat bukti, CCTV ini nantinya bisa jadi petunjuk untuk penyidik," kata Fadil.
 
Sebelumnya, polisi menangkap tangan enam orang di Kemenhub yang diduga terkait pungutan liar. Mereka terdiri dari pegawai negeri sipil (PNS) golongan IID, pegawai honorer dan satu orang dari swasta.

 

Dari operasi itu polisi menyita uang sebanyak Rp34 juta dari lantai enam dan Rp61 juta dari lantai 12 kantor Kementerian Perhubungan. Selain uang tunai, polisi juga mengamankan rekening berisi Rp1 miliar.
 
Duit itu didapat dari AF, perwakilan perusahaan swasta PT Lintas Utama Anugerah, yang sedang bertransaksi dengan Ahli Ukur Direktorat Pengukuran, Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal Kemenhub, Endang Sudarmono, di lantai 1 Kemenhub.
 
AF hendak mengurus surat ukur permanen melalui Endang. Saat digeledah, polisi menemukan uang sebesar Rp4,5 juta dari tas Endang. Polisi juga menemukan uang tunai Rp19,5 juta di meja kerja Endang yang diduga hasil pungli.
 
Endang mengaku uang tersebut akan disetorkan kepada Kepala Seksi Pendaftaran dan Kebangsaan Kapal, Meizi Syelfia di lantai 12. Saat menggeledah meja Meizi, polisi menemukan uang tunaiRp 60 juta, serta 8 buah rekening dengan total transaksi Rp1 miliar.
 
Polisi juga menangkap Abdul Rosyid di lantai 6, tempat loket pengurusan perizinan perkapalan dan kelautan.  Dari tangan Rosyid polisi menyita uang Rp46 juta. Dia saat itu tengah mengurus perizinan untuk 2 orang dari pihak swasta.
 
Meizi Syelfia, Abdul Rosyid dan Endang Sudarmono telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelanggaran UU Tindak Pidana Korupsi. Khusus Meizi juga dikenakan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) karena ditemukan rekening penampungan.
 
 
 


(FZN)

Jakarta Kembali ke Titik Nol

Jakarta Kembali ke Titik Nol

5 hours Ago

Di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara, bangunan liar permanen dan semipermanen kembal…

BERITA LAINNYA