Bupati Lampung Tengah Pakai Uang Suap untuk Santunan

Damar Iradat    •    Senin, 25 Jun 2018 17:19 WIB
Suap Bupati Mustafa
Bupati Lampung Tengah Pakai Uang Suap untuk Santunan
Terdakwa kasus suap terhadap anggota DPRD Lampung Tengah yang juga Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa (tengah) menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: Antara/Aprillio Akbar.

Jakarta: Bupati nonaktif Lampung Tengah Mustafa disebut menggunakan uang suap untuk menyantuni anak yatim piatu. Uang tersebut diduga berasal dari sejumlah kontraktor yang memiliki proyek di Lampung Tengah.

Hal tersebut terungkap saat mantan pengawal pribadi Mustafa, Erwin Mursalim, bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Dia mengaku diinstruksikan Mustafa untuk menyerahkan uang tersebut kepada seorang pemuka agama di panti asuhan.

"(Ada perintah) Pak Bupati (Mustafa), santunan untuk anak yatim," kata Erwin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Erwin mengaku uang yang ditujukan untuk santunan itu diterimanya dari Aan Riyanto, pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Bina Marga Lampung Tengah. Saat itu, ia menerima uang sebesar Rp240 juta. 

Baca: Gerindra Disebut Minta Rp2,5 Miliar ke Bupati Mustafa

Selain itu, Erwin juga mengaku menerima uang Rp1 miliar dari kontraktor bernama Isa. Saat itu, Isa memintanya menyerahkan uang tersebut kepada Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

Erwin menjelaskan uang itu tak seluruhnya diserahkan kepada Taufik. Ia hanya menyerahkan Rp800 juta kepada Taufik melalui Aan.

"Saya minta Rp200 juta (untuk) santunan (atas) perintah Pak Mustafa," ungkap dia.

Mustafa sebelumnya didakwa menyuap anggota DPRD Rp9,6 miliar. Suap tersebut agar anggota DPRD memberikan persetujuan terhadap rencana pinjaman daerah Kabupaten Lampung Tengah kepada PT Sarana Muti Infrastruktur (Persero) sebesar Rp300 miliar pada tahun anggaran 2018.


(OGI)

Aset Novanto Terancam Disita KPK

Aset Novanto Terancam Disita KPK

10 hours Ago

Penyitaan dilakukan untuk membayar sisa uang pengganti kerugian negara atas korupsi KTP-el, yan…

BERITA LAINNYA