Novanto Tegaskan Keinginannya jadi JC

Faisal Abdalla    •    Jumat, 13 Apr 2018 15:59 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Tegaskan Keinginannya jadi JC
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Setya Novanto: Foto: Antara/Reno Esnir.

Jakarta: Terdakwa kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (KTP-el) Setya Novanto kembali memohon kepada KPK dijadikan Justice Collaborator (JC). Novanto mengklaim telah memberikan keterangan yang signifikan selama proses persidangan.
 
"Walaupun Jaksa Penuntut Umum berkesimpulan bahwa permohonan justice collaborator saya belum dapat dikabulkan, faktanya saya telah membantu penyidik dan penuntut umum dengan memberi keterangan yang signifikan untuk menuntaskan kasus KTP-el," kata Novanto saat membacakan Nota pembelaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat, 13 April 2018.
 
Jika dikabulkan sebagai JC, Novanto berjanji membantu KPK menuntaskan kasus korupsi KTP-el. Novanto tak segan membeberkan pelaku-pelaku lain yang ia ketahui.
 
"Besar harapan saya hal tersebut bisa menjadi pertimbangan KPK dan dapat memberikan predikat sebagai justice collaborator baik sesudah atau sebelum putusan perkara," kata Novanto.

Baca: Novanto Bantah Intervensi Proyek KTP-el

Meski begitu, Novanto membantah menerima uang sejumlah USD7,3 juta seperti dalam dakwaan jaksa. Novanto juga membantah dirinya ikut mengintervensi proyek KTP-el dengan tujuan memperkaya diri sendiri maupun korporasi.
 
"Tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntut saya 16 tahun penjara bagi saya tidak adil," pungkas Novanto.
 
Novanto mengatakan, dari keseluruhan terdakwa KTP-el yang sudah disidangkan, ia adalah terdakwa yang dituntut paling tinggi, padahal sepanjang persidangan ia sudah mencoba bersikap kooperatif.
 
"Pada saat menjadi saksi di penyidikan pun saya sudah kooperatif dengan menyampaikan semua yang saya ketahui," ujar Novanto.




(FZN)