KPK Segera Periksa Airlangga Hartarto Cs

Juven Martua Sitompul    •    Minggu, 02 Sep 2018 06:00 WIB
partai golkarKorupsi PLTU Riau-1
KPK Segera Periksa Airlangga Hartarto Cs
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Foto: Antara/Wahyu Putro A

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal memanggil sejumlah elite Partai Golkar untuk diperiksa kasus dugaan suap PLTU Riau-I. Para elite Golkar itu akan dikonfirmasi terkait adalanya aliran suap proyek PLTU Riau-I ke Munaslub Golkar.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata tak membantah elite Golkar yang bakal masuk dalam daftar agenda pemeriksaan antara lain Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Agus Gumiwang selaku Ketua OC (Organizing Committee) Munaslub 2017 dan Nurdin Hali selaku Ketua Penyelenggara Munaslub Golkar 2017.

"Ya tentu saja (akan diperiksa), itu nanti akan dilihat oleh penyidik apakah keterangan yang terlibat di Munaslub ada relevansinya dengan perkara yang ditangani," kata Alex di sela-sela lokakarya bersama media, di Pulau Ayer, Jakarta, Sabtu, 1 September 2018.

Menurut Alex, penyidik memiliki alasan kuat dalam memanggil seseorang menjadi saksi. Terpenting, saksi yang dipanggil memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

"Kalau dinilai bahwa ada korelasinya memanggil dan tidak hanya keterangan satu dua orang tapi alat bukti cukup ya akan kita panggil juga," ujar dia.

Untuk itu, Alex berharap agar Idrus bisa terbuka dan mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus suap proyek bernilai USD900 juta tersebut. Kejujuran Idrus dibutuhkan agar kasus suap proyek milik perusahaan plat merah ini menjadi terang.

"Lebih baik yang bersangkutan terbuka, kooperatif mengungkapkan kalau memang ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat," pungkasnya.

Tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih baru-baru ini memang kerap mengungkap hal-hal baru terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I. Salah satunya, soal perintah dari partai khususnya para elite Golkar agar mengawal proyek PLTU Riau-I.

Kemudian, Eni juga mengungkap lebih detail kucuran dana suap PLTU Riau-I yang diterimanya dari bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK). Eni menyebut dana suap itu mengalir ke acara Munaslub Partai Golkar, yang mengukuhkan Airlangga sebagai Ketua Umum Golkar.

Baca: KPK Bakal Kebut Penyidikan Idrus Marham

Tak hanya itu, Eni pun mengungkap adanya sejumlah pertemuan antara dirinya bersama Johannes dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir. Tujuannya, untuk meloloskan Blackgold sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu antara lain, Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih, bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo dan teranyar mantan Menteri Sosial Idrus Marham.




(DMR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA