Miryam Kecewa Divonis 5 Tahun

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 13 Nov 2017 12:31 WIB
korupsi e-ktp
Miryam Kecewa Divonis 5 Tahun
Terdakwa Miryam S. Haryani/MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Miryam S. Haryani kecewa dengan vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Terdakwa kasus memberikan keterangan palsu pada persidangan perkara korupsi KTP elektronik itu divonis lima tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

"Saya sejak pertama sudah katakan jangankan jadi terdakwa atau terpidana, jadi tersangka saja sejak awal saya sudah keberatan. Jadi saya kecewa," kata Miryam usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Miryam berat menerima vonis karena sedari awal merasa ditekan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama pemeriksaan sebagai saksi. Ia juga mengaku diancam Novel Baswedan, salah seorang penyidik KPK.

"Saya katakan itu di pengadilan. Apa yang saya rasakan, saya ungkapkan di pengadilan. Kalau misalnya saya mengungkapkan sesuatu di pengadilan dan itu merupakan kesalahan saya, saya tidak tahu," beber bekas anggota Komsi II DPR itu.

Namun, bekas Politikus Hanura itu menghormati secara hukum vonis yang diberikan majelis hakim. Ia belum memutuskan akan membanding putusan hakim atau tidak.

"Ada jalan yang lain saya dengan tim lawyer akan berpikir dalam waktu tujuh hari untuk banding atau tidaknya," ucap dia.

 


(OJE)