KPK Sebut Ada Sejumlah Pihak Mengatur Anggaran Bakamla

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 11 Oct 2017 04:49 WIB
ott kpksuap di bakamla
KPK Sebut Ada Sejumlah Pihak Mengatur Anggaran Bakamla
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan penggiringan anggaran pengadaan satelit monitoring Badan Keamanan Laut (Bakamla) di Komisi I DPR. Diduga, ada sejumlah pihak yang terlibat dalam pembahasan anggaran proyek tersebut.

"Terkait pembahasan anggaran ada beberapa pihak yang terlibat," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.

Menurut Febri, penyidik telah menemukan bukti baru dalam pengusutan dugaan suap pengadaan satelit yang menjerat mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan sebagai tersangka.

"Kami juga dalami lebih lanjut aspek awal. KPK temukan hal baru di kasus Bakamla ini," ujar dia.

Untuk mendalami temuan baru itu, hari ini KPK pun memeriksa anggota Komisi I DPR RI Fayakun Andriadi sebagai saksi untuk Nofel. Namun, usai diperiksa Fayakun bungkam dan menolak memberi keterangan saat disinggung soal pembahasan anggaran.

KPK telah menjerat lima tersangka dalam kasus suap proyek Bakamla ini. Mereka di antaranya, Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan, Direktur PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi, dua anak buah Fahmi, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Fahmi yang sudah divonis bersalah dalam kasus ini menyebut telah menyerahkan uang kepada anggota DPR sebesar Rp24 miliar. Uang itu untuk mengamankan agar perusahaannya mendapat proyek di Bakamla.

Perusahaan Fahmi akhirnya mendapat proyek pengadaan satelit monitoring atau pengawasan Bakamla. Namun, KPK berhasil membongkar praktik korupsi dalam proyek itu melalui operasi tangkap tangan pada pertengahan Desember tahun lalu.

 


(SCI)