Setelah Operasi, Mata Novel Baswedan Membaik

Muhammad Al Hasan    •    Selasa, 13 Feb 2018 15:19 WIB
novel baswedan
Setelah Operasi, Mata Novel Baswedan Membaik
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan--Istimewa

Jakarta: Kondisi mata penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dikabarkan membaik setelah menjalani operasi di Singapura. Kabar ini disampaikan oleh juru bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada awak media.

"Pada pukul 11.00 waktu Singapura tadi dilakukan pengecekan hasil operasi kemarin. Secara umum dokter menyampaikan hasil operasi kemarin baik," kata Febri, Selasa, 13 Februari 2018.

Operasi yang dilakukan pada mata kiri Novel Baswedan merupakan operasi untuk menutupi area tengah mata karena pada operasi sebelumnya pertumbuhan selnya kurang baik.

"Operasi yang dilakukan di mata kiri adalah dengan cara memindahkan selaput gusi (yang pada operasi sebelumnya telah ditempelkan) untuk menutupi area tengah yang kemarin pertumbuhan selnya kurang baik," kata Febri.

Baca: Ketum Pemuda Muhammadiyah Endus Upaya Mempersalahkan Novel



Selain itu, Novel juga harus mendapatkan operasi tambahan, yaitu operasi penggantian implant. Hal ini disebabkan saat pemindahan jaringan selaput gusi, implant harus ikut pindah posisi dan diganti untuk menjaga/pemeliharaan saluran glaukoma.

Febri mengatakan hasil kontrol sebelum operasi mengambarkan kondisi Novel dalam keadaan prima.

"Hasil kontrol setelah operasi adalah kondisi kedua mata secara umum dalam keadaan baik. Suplai darah ke jaringan mukosa/mata baik dan diharapkan jaringan dapat tumbuh dengan baik," kata Febri

Setelah dilakukan operasi, Novel rencananya masih harus menjalani kontrol untuk satu minggu ke depan. "Perlu dikontrol kembali besok sore dan satu minggu kemudian," kata Febri.

Peristiwa penyerangan terhadap Novel Baswedan terjadi pada Selasa, 11 April 2017, pagi. Oleh pelaku, Novel disiram air keras setelah melaksanakan salat subuh di Masjid Al-Ikhsan, tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hingga kini, kepolisian masih belum menemukan pelakunya.


(YDH)