Bupati Ngada Ditangkap saat bersama Tim Penguji Cagub NTT

Sunnaholomi Halakrispen    •    Senin, 12 Feb 2018 14:47 WIB
Kasus Suap Marianus Sae
Bupati Ngada Ditangkap saat bersama Tim Penguji Cagub NTT
Bupati Ngada Marianus Sae - MI/Palce Amalo.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Ngada Marianus Sae, Minggu, 11 Februari 2018. Dalam penangkapan itu, komisi menangkap empat orang lain. 

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengungkapkan penangkapan terhadap Marianus bermula dari informasi masyarakat. Setelah itu, KPK menelusuri. 

"Tim menelusuri kebenaran informasi tersebut pada Minggu, 11 Februari 2018. Tim bergerak secara paralel ke tiga lokasi di Surabaya, Kupang, dan Bajawa, Kabupaten Ngada," ujar Basaria dalam konfrensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin, 12 Februari 2018. 

Setelah menelusuri fakta di lapangan, tim pertama bergegas ke salah satu hotel di Surabaya pada hari yang sama sekitar pukul 10.00 WIB. Di hotel tersebut tim KPK mengamankan dua orang.

"Tim mengamankan MSA dan ATS (Ambrosia Tirta Santi) selaku ketua Tim Penguji Psikotes Calon Gubernur NTT. Dari tangan MSA tim menyita sebuah kartu ATM dan beberapa struk transaksi keuangan," beber Basaria.

(Baca juga: Penangkapan Marianus Menutup Potensi Korupsi di NTT)

Selanjutnya, tim kedua menangkap Dionesisu Kila (DK) selaku Ajudan Bupati Ngada. DK ditangkap di posko pemenangan di Kupang sekitar pukul 11.30 WITA.

Sementara di lokasi ketiga, di Bajawa, tim menangkap Wihelmus Iwan Ulumbu (WIU) selaku direktur utama PT Sinar 99 Permai (PT S99P). Wilhemus ditangkap di kediamannya pada pukul 11.30 WITA.

"Tim juga menangkap PP di kediamannya di Bajawa sekitar pukul 11.45 WITA," ucap Basaria. PP diketahui bernama lengkap Petrus Pedulewari, pegawai Bank BNI Cabang Bajawa.

Dari penyidikan itu KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Marianus Sae dan Wilhemus. 

Marianus dicalonkan PDI Perjuangan dan PKB menjadi calon gubernur NTT. 


 


(REN)