Swasta Alirkan Ratusan Triliun Rupiah buat Suap

Yogi Bayu Aji    •    Senin, 17 Oct 2016 13:57 WIB
suap
Swasta Alirkan Ratusan Triliun Rupiah buat Suap
Komisioner KPK dalam peluncuran Gerakan Pembangunan Integritas Bisnis, Senin 17 Oktober/MTVN/Yogi Bayu Aji

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Ombudsman Amzulian Rifai menyatakan pihak swasta seperti perusahaan harus menghindari suap dan memberikan pungutan liar. Fulus besar yang dibayar untuk biaya siluman ini tak sehat bagi perekonomian.

"Di negara berkembang tiap tahun ada dana Rp200 triliun sampai Rp300 triliun mengalir dari swasta dalam bentuk suap," kata Amzulian di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (17/10/2016).

Dalam skala global, jelas Amzulian, angka suap yang diberikan cukup fantastis. Dalam lima tahun terakhir, suap dari swasta menuju pemerintah mencapai USD300 miliar di seluruh dunia.

Suap ini pun berdampak buruk bagi pelayanan publik. Menurut Amzulian, tak akan ada pelayanan publik yang memenuhi standar nasional maupun internasioanl bila masih ada pungutan liar serta korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Baca: KPK: Duit Pungli Lebih Baik untuk Kesejahteraan Pegawai

Pemerintah dan penegak hukum harus memberikan perhatian kepada sektor swasta. "Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Harus ditangani dengan cara luar biasa. Ada keroyokan, tak bisa sektoral apa lagi bergerak sendiri," jelas dia.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menilai, pemerintah juga perlu memperbaiki layanannya terhadap publik. "Kita juga dorong regulator permudah perizinan, permudah pelayanan untuk bangun usaha," ucap Alex.

KPK hari ini meluncurkan Gerakan Pembangunan Integritas Bisnis untuk mencegah korupsi di sektor usaha. Tujuannya, menciptakan iklim dunia usaha yang sehat, membangun pratik bisnis yang berintegritas yang akan berdampak positif pada tata kelola pemerintah.

Aksi ini mengkolaborasikan pelaku usaha, instansi pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Mereka mengusung slogan "profit' yang merupakan akronim "profesional dan berintegritas".

Peserta aksi mendeklarasikan diri sadar bila korupsi menjadi hambatan besar pembangunan ekonomi. Mereka sepakat menolak dan memerangi korupsi serta akan menyusun aksi bersama membangun sistem praktik bisnis berintegritas.

 


(OJE)

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

Anies Baswedan Dukung Anti Kekerasan Perempuan

2 hours Ago

Metrotvnews.com, Jakarta: Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara deklarasi …

BERITA LAINNYA