Teror di Kediaman Pimpinan KPK Tindakan Pengecut

   •    Jumat, 11 Jan 2019 09:37 WIB
Teror Bom untuk Pimpinan KPK
Teror di Kediaman Pimpinan KPK Tindakan Pengecut
Mantan Ketua KPK Antasari Azhar. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2009 Antasari Azhar menyebut teror bom di kediaman komisioner KPK Laode M Syarif dan Agus Rahardjo tindakan pengecut. Kendati, bom yang digunakan palsu.

"Sekali pun bom dikatakan palsu tapi itu tindakan pengecut, biadab. Tindakan menakut-nakuti ini kan tidak baik," ujarnya melalui sambungan telepon dalam Metro Pagi Primetime, Jumat, 11 Januari 2019.

Antasari mengatakan teror terhadap Laode dan Agus sama dengan apa yang sudah terjadi selama ini. Ia mencontohkan pada masa kepemimpinannya di KPK, teror kerap dialami oleh pegawai antirasuah salah satunya mantan juru bicara KPK Johan Budi.

Antasari menceritakan Johan kerap mendapatkan pesan singkat (SMS) berisi ancaman. Kepada Antasari Johan melaporkan bahwa dirinya diancam lantaran sering tampil memberikan keterangan kepada awak media terkait pemberantasan korupsi. 

"Kalau dulu masih pada tahapan SMS ancaman untuk tidak melakukan tindakan lebih terhadap pemberantasan korupsi tapi saya katakan kepada Johan ketika anda berada di penegakan hukum kondisi seperti ini potensinya dapat terjadi," kata dia.

Semakin hari, kata Antasari, teror-teror terhadap lembaga antikorupsi terus berdatangan dan berevolusi. Jika sebelumnya teror dilakukan secara tidak langsung, kini ancaman-ancaman terkait pemberantasan korupsi direalisasikan dalam tindakan.

"Kalau dulu masih sebatas SMS tapi sejak Novel Baswedan tindakan teror mulai berani," ungkapnya.

Rumah dua pimpinan KPK diteror bom, Rabu, 9 Januari 2019. Bom molotov ditemukan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif. Sedangkan, bom rakitan ditemukan di pagar rumah Ketua KPK Agus Rahardjo.




(MEL)