Saksi Setor Rp29,8 Miliar Buat Irwandi Yusuf

Fachri Audhia Hafiez    •    Senin, 25 Feb 2019 16:46 WIB
OTT Gubernur Aceh
Saksi Setor Rp29,8 Miliar Buat Irwandi Yusuf
Sidang saksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.

Jakarta: Direktur Utama PT Tuah Sejati, Muhammad Taufik Reza, menyebut Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf menerima uang puluhan miliar rupiah. Uang diberikan atas permintaan orang terdekat Irwandi, Izil Azhar.

Awalnya Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengonfirmasi mengenai penerimaan Irwandi senilai Rp29,895 miliar. Ada uang senilai Rp2,594 miliar yang turut diterima oleh Izil.

"Iya, betul (menerima)," ujar Taufik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 25 Februari 2019.

Dalam dakwaan disebutkan, saat menjabat sebagai Gubernur Aceh 2007-2012, Irwandi bersama Izil menerima gratifikasi sebesar Rp32.454.500.000. Uang itu diterima melalui Board of Management (BoM) PT Nindya Karya-PT Tuah Sejati Joint Operation (JO).

Taufik mengatakan Izil beberapa kali meminta uang itu sebagai bentuk pengeluaran. Izil kerap menyebut permintaan itu mengatasnamakan Gubernur Irwandi.

(Baca juga: Irwandi Yusuf Menilai Jadi Korban Politik)

"Karena di catatan besar biasanya untuk keperluan lain-lain, tapi ada juga permintaan khusus Pak Izil khusus untuk keperluannya dia," ujar Taufik.

Dalam dakwaan disebutkan, uang puluhan miliar itu berasal dari Dana Biaya Konstruksi dan Operasional Proyek Pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Aceh yang dibiayai Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).

Pada periode kepemimpinan 2017-2022 Irwandi didakwa turut menerima hadiah gratifikasi total sebesar Rp8.717.505.494. Dia mulai menerima gratifikasi pada November 2017 sampai Mei tahun 2018 melalui rekening atas nama pengusaha asal Aceh, Muklis sebesar Rp4.420.525.494. 

Kemudian, pada Oktober tahun 2017 sampai akhir bulan Januari 2018 melalui model, Fenny Steffy Burase sebesar Rp568.080.000. April 2018 sampai Juni 2018, Irwandi didakwa menerima gratifikasi di kediaman Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Nizarli sebesar Rp.3.728.900.000.

Atas perbuatannya, Irwandi dijerat pasal 12B Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

(Baca juga: Pengusaha Berikan Rp1 Miliar untuk Lebaran Irwandi Yusuf)
 


(REN)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

1 month Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA