Kepergian Tiba-Tiba Adam

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 19 May 2017 07:05 WIB
kekerasan
Kepergian Tiba-Tiba Adam
Makam M. Adam, taruna tingkat dua Akpol yang tewas diduga karena kekerasan. Foto: MTVN/Riyan Ferdianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kematian Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Muhammad Adam, taruna tingkat 2 di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Jawa Tengah, mengejutkan keluarga. Pasalnya, kepergiannya amat tiba-tiba.

Asyandri Umar, ayahanda Adam, menyebut alharhum sempat berkomunikasi dengan ibunya pada Rabu malam 17 Mei 2017. Tapi, pada Kamis pagi, Adam sudah berpulang.

"Malamnya itu almarhum masih berkomunikasi lewat Line sama ibunya. Paginya baru dapat kabar kalau dia sudah tidak ada," kata Umar kepada Metrotvnews.com di rumah duka, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat 19 Mei 2017.

Menurut dia, Adam bukan sosok yang banyak bicara dengan keluarga. Komunikasi yang dilakukan keluarga selama Adam di Semarang hanya sekedar menanyakan kabar. 

Umar mengaku tak punya firasat apa pun mengenai kematian anaknya. Dia juga tak mengetahui pasti penyebab kematian anaknya. Pasalnya, keluarga hanya diberi kabar bila Adam meninggal karena sakit. 

"Saya juga belum tahu apa-apa karena hasil autopsi belum liat juga," ucap dia. 

Keluarga tak akan tinggal diam bila terbukti ada kekerasan yang mengakibatkan Adam tewas. Mereka akan menuntut pelaku kekerasan tersebut. 

Baca: Gubernur Akpol: Tidak Ada Ampun

Adam ditemukan tewas di Asrama Akpol dengan luka lebam di dada dan jari tangan pada pukul 02.30 WIB, Kamis 18 Mei 2017. Mendapati Adam tak bergerak, dia segera dilarikan ke rumah sakit tetapi nyawanya tak tertolong

Polda Jawa Tengah masih menyelidiki kasus dugaan penganiayaan tersebut. Sebanyak 21 saksi telah diperiksa. Sementara itu, Adam telah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) tak jauh dari tempat tinggalnya, di Cipulir pada Kamis malam pukul 23.00 WIB. 


(OGI)