Polri Awasi Penyalahgunaan Penggesekan Ganda Kartu Debit & Kredit

Ilham wibowo    •    Rabu, 06 Sep 2017 19:44 WIB
penggesekan ganda kartu
Polri Awasi Penyalahgunaan Penggesekan Ganda Kartu Debit & Kredit
Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Ari Dono Sukmanto--Metrotvnews.com/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan mengawasi penyalahgunaan penggesekan ganda (double swipe) saat transaksi pembayaran menggunakan kartu debit dan kartu kredit. Penegakan hukum akan dirumuskan dengan pihak Bank Indonesia (BI).

"Ini yang masih kita rumuskan," kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol  Ari Dono Sukmanto di kantornya gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat, Rabu 6 September 2017.

Ari mengatakan, aturan penegakan hukum yang diterapkan tak boleh berdampak langsung kepada kemajuan aktifitas perekonomian masyarakat. Ia memastikan, koordinasi dengan pihak terkait akan dilakukan secara hati-hati. "Jangan hukum ini masuk membuat masyarakat surut untuk bisa membangun dan maju ke depan," ucap Ari.

Baca: Lapor ke Mana Jika Kartu Kredit & Debit Digesek Ganda?

Ari memahami, penggesekan ganda pada kartu debit dan kartu kredit rentan disalahgunakan. Oknum pelakunya, kata dia, bisa dengan mudah memanfaatkan celah kelemahan penegakan hukum.

"Sebenarnya kita pun sudah berpikir dua  tiga langkah ke depan untuk antisipasi. Kita perlu mendekat dengan kementerian lembaga menentukan aturan," ucapnya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk menyosialisasikan larangan penggesekan ganda (double swipe) dalam transaksi nontunai di semua merchant yang menggunakan mesin Electronic Data Capture (EDC).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, aturan tersebut sudah diterbitkan bank sentral sejak 2016 mengenai Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Pada Pasal 34 huruf b, Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah.

Melalui sosialisasi tersebut, kata Agus, masyarakat dapat memahami bahwa dalam setiap transaksi, kartu debit atau kredit hanya boleh digesek sekali di mesin EDC dan tidak dilakukan penggesekan lainnya, termasuk di mesin kasir.  

"Bank Indonesia juga melakukan sosialisasi yang lebih baik, jangan lagi masyarakat mau kartunya digesek lagi di mesin kasir ini perlu penjelasan," tutur Agus.

Selain itu, bank atau lembaga yang bekerja sama dengan pedagang, yang juga dapat memproses data alat pembayaran menggunakan kartu (APMK) juga wajib memastikan kepatuhan pedagang terhadap larangan penggesekan ganda. "Jangan kemudian ada bagian dari masyarakat tidak mematuhi aturan yang sudah dikeluarkan," tutup dia.


(YDH)