Kronologi OTT Bupati Batubara OK Arya

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 14 Sep 2017 20:59 WIB
ott kpk
Kronologi OTT Bupati Batubara OK Arya
Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen (tengah) dikawal petugas ketika terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK. (Foto: Antara/Septianda Perdana).

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain sebagai tersangka suap terkait pekerjaan pembanguan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017. Kasus ini terungkap dari hasil operasi tangkap tangan (OTT).

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, praktik suap ini terungkap saat tim Satgas KPK menangkap delapan orang di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Delapan orang yang dicokok adalah OK Arya, pemilik dealer mobil Sujendi Tarsono, Kadis PUPR Pemkab Batubara Helman Hendardy, dua orang kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar, Staf Pemkab Batubara AGS, KHA dari pihak swasta serta MNR selaku sopir istri OK Arya, MNR.

Awalnya pada Selasa 12 September 2017 OK Arya meminta Sujendi menyiapkan uang sebanyak Rp250 juta. Uang itu akan diambil KHA di dealer mobil Sujendi pada Rabu 13 September 2017. Di hari yang sama sekira pukul 12.44 WIB, KHA mendatangi dan masuk ke dealer mobil Sujendi.

Pertemuan cukup singkat, KHA keluar dari dealer mobil dengan membawa sebuah kantong plastik. Tim Satgas yang sudah mengintai transaksi, langsung mengamankan KHA di sebuah jalan menuju Amplas.

"Dari mobil KHA petugas mengamankan kantong plastik hitam yang berisi uang sebanyak Rp250 juta," kata Alex di gedung KPK, Jakarta, Kamis 14 September 2017.

(Baca juga: Ada Janji Fee Rp4,4 Miliar untuk Bupati Batubara)

KHA kemudian dibawa kembali ke dealer mobil milik Sujendi. Dari situ, petugas langsung mencokok Sujendi beserta dua karyawannya. Keempat orang kemudian dibawa ke Mapolda Sumut untuk menjalani pemeriksaan.

Selanjutnya, sekitar pukul 13.00 WIB, tim kembali bergerak mengamankan kontraktor Maringan Situmorang di rumahnya, Kota Medan. Tak sampai di situ, sore menjelang magrib tim kembali mengamankan seorang kontraktor lainnya yakni Syaiful Azhar di kediamannya daerah Medan Sunggal.

"Tim bergerak dan kembali mengamankan Kadis PUPR Kabupaten Batubara, Helman Hendardy di ‎rumahnya di Medan," ujarnya.

Selain di Kota Medan, Alex mengungkapkan tim Satgas KPK juga bergerak di Kabupaten Batubara. Dari sana, petugas mengamankan Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen sekira pukul 15.00 WIB. OK Arya diamankan bersama sopir istrinya, MNR, di rumah dinas bupati.

"Dari tangan Bupati Batubara tersebut, tim menyita uang tunai Rp96 Juta.‎ Uang tunai tersebut diduga sisa dana yang disetor Sujendi kepada AGS, Staf Pemkab Batubara atas permintaan Bupati sebesar Rp100 Juta," ucap Alex.

(Baca juga: KPK Tetapkan Bupati Batubara Tersangka Suap)

Mendapat informasi itu, tim kembali bergerak mengamankan AGS dirumahnya di Kabupaten Batubara. Dari lokasi, tim mengamankan buku tabungan BRI atas nama AGS yang berisikan uang transfer. Kedelapannya menjalani pemeriksaan awal di Mapolda Sumatera Utara.

Usai mendapat informasi awal, kedelapannya diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di kantor KPK, Jakarta Selatan. Dari hasil pemeriksaan, KPK akhirnya menetapkan lima orang tersangka.

Kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen, Kadis PUPR Batubara Helman Herdadi, pemilik dealer mobil di Kabupaten Batubara Sujendi Tarsono serta dua kontraktor Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar. Mereka diduga kuat terlibat dalam suap terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara tahun anggaran 2017.




(HUS)

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

Kubu Novanto Ajukan Saksi Meringankan

2 hours Ago

Langkah tersebut tercantum dalam ketentuan Pasal 65 KUHAP terkait dengan pemanggilan saksi meri…

BERITA LAINNYA