Kapolri Sesalkan Aksi Penembakan yang Dilakukan Anggotanya

Deny Irwanto    •    Rabu, 19 Apr 2017 15:04 WIB
penembakan
Kapolri Sesalkan Aksi Penembakan yang Dilakukan Anggotanya
Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyayangkan penembakan yang dilakukan anggotanya terhadap mobil berisi tujuh penumpang di Lubuklinggau, Sumatera Selatan.
 
"Saya menyesalkan peristiwa itu. Informasi yang saya terima, kendaraan disetop polisi karena dicurigai ada orang yang terlibat pidana di dalam mobil. Mobil juga akan menabrak anggota polisi," kata Tito di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu 19 April 2017.
 
Tito menjelaskan, anggotanya melepas tembakan lantaran menduga ada pelaku tindak pidana di dalam mobil. Namun, setelah memberondong mobil, polisi tidak menemukan orang yang disangkakan. Sebaliknya, satu orang tidak bersalah menjadi korban.
 
"Anggota polisi beranggapan ada pelaku kejahatan. Kemudian dikejar, diberi tembakan peringatan tidak berhenti. Akhirnya ditembak dan mengakibatkan ada keluarga yang meninggal. Saya sangat menyesal. Inilah pentingnya kemampuan diskresi kepolisian," kata Tito.
 
Menurut Tito, seharusnya polisi bisa menahan diri sebelum melepaskan tembakan. "Anggota harus mempunyai kemampuan menilai secara subjektif apa yang dihadapinya. Melakukan tindakan yang tepat dalam rangka menjaga keselamatan publik," ujar Tito.
 
Menurut Tito, penilaian anggota polisi yang menduga ada pelaku kejahatan di mobil dan melakukan penembakan bukan hal yang tepat. "Penilaian yang bersangkutan (polisi) ada pelaku kejahatan. Tapi setelah dicek bukan pelaku kejahatan. Ini mungkin ada tindakan diskresi mungkin kurang tepat," ujar Tito.
 
Sebelumnya sejumlah anggota polisi memberondong mobil berisi tujuh penumpang saat merazia, Selasa 18 April 2017. Tembakan diletuskan setelah mobil tak kunjung berhenti walaupun sudah diberi tembakan peringatan.
 
Akibat tembakan itu, satu orang tewas dan lima terluka. Korban tewas adalah Surini, 54, dengan tiga luka tembak di dada. Korban luka antara lain Dewi Erlina, 40, luka tembak di bahu kiri atas; Novianti, 30, tertembak di pundak kanan; Indra, 33, tertembak di leher; dan Diki, 30, tertembak di perut kiri. Satu korban lagi mengalami trauma, yakni Genta, 2.
 


(FZN)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

9 hours Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA