Sindikat Pencuri Mobil Modus Ganti Rangka Mesin Dicokok

Arga sumantri    •    Jumat, 11 Aug 2017 14:54 WIB
pencurian
Sindikat Pencuri Mobil Modus Ganti Rangka Mesin Dicokok
Ilustrasi: Pencurian mobil. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi mengungkap kasus pencurian mobil beserta penadahnya. Modusnya tergolong unik, yakni mengganti rangka mesin mobil curian dengan mobil hasil pembelian secara lelang.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, ada empat orang tersangka yang diciduk. Dua tersangka di antaranya adalah kelompok penadah, yakni HFF, 38, dan UTG, 42.

"Lalu tersangka atas nama PPT, 34, berperan sebagai pemutus GPS dan SGT sebagai kelompok pencuri," kata Antonius di Markas Polda Metro Jaya, Jumat 11 Agustus 2017.

Antonius menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat. Laporan masuk kalau ada sindikat penjahat mencari surat kendaraan bekas kecelakaan yang bisa dibeli secara lelang di asuransi.

Keempat pelaku ditangkap di lokasi berbeda. HFF misalnya, dicokok pada 24 Mei 2017 di kawasan Puspiptek Tangerang Selatan. Lalu, UTG, ditangkap pada 17 Juni 2017, di Desa Mekarsari, Cianjur, Jawa Barat.

Sehari sebelum menangkap UTG, polisi mencokok PPT, di Desa Kalang Anyar Labuan, Pandeglang Banten. Terakhir, polisi membekuk SGT di Tegal, Jawa Tengah pada 8 Agustus 2017.

SGT dikenal sebagai pencuri lihai. Polisi mencatat, ia sudah mencuri sebanyak 234 kali sejak 2013. "Jika dirata-rata, tersangka mencuri satu kali dalam satu minggu," ungkap Antonius.

Beberapa lokasi pencurian SGT tercatat ada di kawasan Jakarta Barat. Sebanyak empat mobil berhasil dia gasak di tiga lokasi di Jakbar. Polisi tengah memburu tiga orang anggota kelompok SGT.

"Atas nama S alias K, R, dan U. Ini masin buron dan sudah DPO (daftar pencarian orang)," tambahnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita dua pucuk senjata api airsoft gun dengan merek Archer M84 323 Nomor 99MO1615 dan M9 Beretta USA Nomor KJ35569. Satu kaleng peluru gotri kaliber 6 milimeter juga turut diamankan.

Polisi juga menyita 15 mobil hasil curian. Selain itu, sejumlah peralatan pencurian mobil juga diamankan. Polisi juga menemukan potongan nomor rangka, blok mesin, pelat nomor, serta peralatan memotong nomor rangka kendaraan hasil kejahatan.

Korps Bhayangkara menjerat para pelaku dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dan 480 KUHP tentang Penadahan. Polisi tengah memburu otak sindikat pencurian mobil dengan modus mengganti rangka mesin ini.


(OGI)