Kasus Novel, Polri Tunggu Respons KPK

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 12 Oct 2017 15:29 WIB
novel baswedan
Kasus Novel, Polri Tunggu Respons KPK
Kapolri Jenderal Tito Karnavian--Metrotvnews.com/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri telah menawarkan semacam investigasi gabungan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Tawaran yang disampaikan kepada KPK itu tak kunjung direspons KPK hingga sekarang.

"Kita juga sudah menawarkan kepada tim dari KPK untuk bersama-sama melakukan verifikasi hasil-hasil penyidikan polisi. Termasuk terbuka untuk melakukan langkah bersama ke depan termasuk semacam joint investigation. Tapi sampai hari ini belum dikirim tim itu," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 12 Oktober 2017.

Tito menduga KPK tak kunjung mengirimkan tim lantaran tengah fokus terhadap tugas-tugas tertentu. Di antaranya penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-el).

"Tim ini untuk verifikasi saksi-saksi, olah TKP, barang bukti yang ada pada polisi, beberapa CCTV yang perlu dipelajari bersama, ada 100 lebih CCTV yang meng-cover wilayah itu," beber dia.

Baca: Polri Siap Ditanya Komisi III soal Senjata dan Kasus Novel

Tito mengungkapkan Polri telah melakukan sejumlah upaya terkait penyidikan kasus Novel. Setidaknya hingga hari ini, lebih dari 50 saksi yang sudah diperiksa melalui metode induktif yaitu olah TKP, maupun deduktif.

Kemudian ada lima orang yang pernah diamankan kepolisian yang diduga pelaku penyiraman terhadap Novel. Namun dari pemeriksaan yang intensif, kelimanya dinyatakan tidak terkait peristiwa itu.

"Sudah juga dilakukan konfrontasi antara para saksi dengan tiga orang yang menurut saudara Novel, dicurigai sebagai pelakunya. Tapi para saksi sudah menyatakan, direkam, di video, itu bukan pelakunya," beber dia.

Baca: Kuasa Hukum Belum Terima Info Kelanjutan Kasus Novel

Tito menegaskan pengungkapan suatu kasus itu sejatinya tergantung kejelian petugas, informasi dari publik dan lain-lain. Inilah yang menyebabkan apakah kasus ini bisa diungkap secara cepat atau tidak.

"Misalnya kasus Pulomas, Bom Thamrin, Bom Kampung Melayu (itu cepat). Karena barang bukti dan jejaknya banyak. Ada kasus yang lambat pengungkapannya," beber dia.

Tito kembali mencontohkan kasus yang lambat pengungkapannya. Contoh kasus pembunuhan suami istri yang sudah tujuh tahun di Kalbar. Tito juga mengatakan ada kasus yang belum terungkap.

"Di Kebon Jeruk, Jakbar kasus pembunuhan 2005 sampai sekarang belum terungkap. Bom Molotov di Kedutaan Besar Myanmar dan rumah ibadah di Yogyakarta juga belum terungkap," imbuhnya

Setidaknya telah enam bulan kasus Novel belum terungkap. Para pegiat antikorupsi terus mendesak Polri untuk mengungkapkan kasus ini.


(YDH)

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

Adik Gamawan Fauzi 'Digarap' KPK

1 hour Ago

Azmin akan menjadi saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiha…

BERITA LAINNYA