Polisi Bantah Lambat Menangani Kasus Novel

Faisal Abdalla    •    Rabu, 06 Dec 2017 16:39 WIB
novel baswedan
Polisi Bantah Lambat Menangani Kasus Novel
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono - ANT/Reno Esnir

Jakarta: Hampir delapan bulan sudah kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berlalu. Hingga kini, polisi belum juga berhasil menangkap pelaku. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membantah bila kepolisian lambat menangani kasus itu. Argo menyebut penyelesaian suatu kasus hukum sangat bergantung pada kasus itu sendiri. 

"Misalnya apakah ada saksi yang melihat? Berdasarkan metode induktif dan deduktifnya sedang kita cari itu (pelakunya)," ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudriman, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017. 

Argo mengatakan sejumlah kasus bahkan membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk diselesaikan. 

"Dua tahun ada, tiga tahun ada, empat tahun pun juga ada, gak masalah. Bom Paris itu, CCTV-nya bagus, sampai sekarang ketemu (pelakunya) gak? Pembunuhan di Jakarta Barat yang satu rumah, sudah ketemu belum (pelakunya)? Belum. Jadi itu semua bergantung dari kasus itu sendiri," terang Argo. 
 
Argo menegaskan polisi membutuhkan bantuan masyarakat dalam menyelesaikan kasus ini. Ia meminta kepada semua pihak untuk melaporkan jika melihat orang yang mirip dengan sketsa pelaku yang disebarkan oleh Polisi. 

"Foto (sketsa) itu hasil dari penggambaran saksi. Kita harapkan masyarakat ikut membantu. Kalau melihat segera laporkan ke polisi," tukas Argo. 

Novel disiram air keras usai salat subuh tak jauh dari rumahnya di Jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT 03/10 Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 11 April 2017. Akibatnya, kedua mata Novel mengalami luka bakar yang cukup parah hingga harus dilarikan ke rumah sakit di Singapura.

Sudah tujuh bulan lebih Novel menjalani perawatan mata di rumah sakit di Singapura. Novel sempat menjalani operasi besar di bagian mata kirinya beberapa beberapa bulan lalu.

Tim dokter yang merawat kondisi mata Novel menganjurkan agar penyidik senior lembaga Antirasuah tersebut dilakukan operasi kembali. Sayangnya, belum ada pelaku maupun dalang yang menyebabkan Novel ‎hampir buta‎.

Pada kesempatan itu, lembaga Antikorupsi kembali meminta pihak kepolisian untuk segera mengungkap pelaku penyerangan Novel. Terlebih, sketsa dua wajah pelaku telah dirilis dan disebar pihak kepolisian.

"Terkait dengan pencarian pelaku penyerangan, KPK berharap setelah 2 sketsa orang yang diduga terlibat disebar oleh Polri, mereka segera dapat ditemukan dan proses hukum dilakukan lebih lanjut," pungkas Juru bicara KPK Febri Diansyah. 




(REN)