Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara

Damar Iradat    •    Jumat, 08 Dec 2017 00:19 WIB
korupsi e-ktp
Andi Narogong Dituntut 8 Tahun Penjara
Terdakwa kasus korupsi KTP Elektronik Andi Narogong (kiri) menyimak keterangan saksi saat mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor. Bary Fathahilah/MI.

Jakarta: Terdakwa perkara korupsi KTP elektronik (KTP-el) Andi Agustinus alias Andi Narogong dituntut delapan tahun penjara. Andi juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

"Menuntut agar majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan terdakwa Andi Agustinus terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara bersama-sama," kata jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Mufti Nur Irawan saat membaca amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Selain itu, Andi juga dituntut untuk membayar ganti rugi sebesar USD2,150 juta dan Rp1,186 miliar. Dari jumlah tersebut, kata jaksa, Andi telah mengembalikan uang sebesar USD350 ribu ke KPK.

Uang pengganti itu harus dibayar satu bulan setelah berkekuatan hukum tetap. "Pengembalian uang tersebut harus dihitung untuk mengurangi kewajiban pembayaran uanh pengganti," kata jaksa.

Dalam memberikan tuntutan, jaksa mempertimbangkan berbagai hal. Hal yang memberatkan yakni, perbuatan Andi Narogong tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi, perbuatan Andi juga dinilai berdampak besar kepada masyarakat sampai saat ini, dan perbuatannya menimbulkan kerugian besar untuk negara.

Sementara itu, hal yang meringankan yakni, Andi belum pernah dihukum, menyesali perbuatannya, berterus terang selama proses peradilan, dan berstatus sebagai justice collaborator.

Andi sebelumnya telah ditetapkan sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Andi dinilai memenuhi persyaratan karena bersikap kooperatif dengan mengungkap pihak-pihak yang berperan penting dalam proyek KTP-el di muka persidangan.

"Penetapan ini berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan pimpinan KPK pada 5 Desember 2017," kata jaksa.

Atas perbuatannya, Andi dijerat Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.




(MBM)

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

Dua Anak Novanto bakal Kembali Dipanggil KPK

13 minutes Ago

Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Quadra Solution Anang S…

BERITA LAINNYA