Tak Sehat Campurkan Narapidana Korupsi, Teroris, dan Maling Ayam

Dheri Agriesta    •    Jumat, 13 Oct 2017 13:02 WIB
lembaga pemasyarakatan
<i>Tak Sehat Campurkan Narapidana Korupsi, Teroris, dan Maling Ayam</i>
Menkopolhukam Wiranto--Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana membuat lembaga permasyarakatan (lapas) baru untuk menetralisir masalah kelebihan kapasitas. Pemerintah juga berencana memisahkan narapidana berdasarkan pelanggaran kejahatan mereka.

"Bagaimana pencampuran narapidana korupsi, narkoba, terorisme, maling ayam, itu jadi satu sehingga tidak sehat itu," kata Menteri Koordiantor bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 13 Oktober 2017.

Baca: Petugas Lapas Baru Harus Punya Nyali dan Integritas

Wiranto sempat mengeluarkan pernyataan akan membuat lapas di beberapa pulau terluar di Indonesia. Wiranto menyebut, ada sekitar enam ribu pulau yang masih belum berpenghuni. Lokasi ini bisa dimanfaatkan.

Pemerintah juga bisa memisahkan narapidana berdasarkan kejahatan mereka. Wiranto menilai, menyatukan narapidana terorisme dan narapidana pelanggaran kriminal ringan bukan sikap yang bijak. Lapas bisa menjadi tempat bertukar pikiran buat para narapidana. "Tidak baik untuk kehidupan bangsa," tambah dia.

Baca: Bangun Lapas Baru, Menkumham Usulkan Rp1,6 T di APBNP

Wiranto menegaskan, penyusunan rencana ini merupakan jawaban atas keluhan kelebihan kapasitas lapas. Sehingga, pemerintah bisa mencegah hal-hal terburuk yang bisa terjadi, seperti tahanan kabur dan kerusuhan narapidana.

"Karena lapas itu kan kita usahakan (menjadi tempat) pembelajaran kembali agar (narapidana) bisa masuk ke masyarakat dengan kehidupan normal," jelas dia.


(YDH)