Penyebar Fitnah terhadap Akbar Faisal Ditangkap

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 10 Jan 2018 17:15 WIB
hoax
Penyebar Fitnah terhadap Akbar Faisal Ditangkap
Ilustrasi: Warga mengamati sosial media. Foto: MI/Arya Manggala.

Jakarta: Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku pencemaran nama baik dan fitnah terhadap anggota Komisi III DPR RI Akbar Faizal. Pelaku bernama Hurry Rauf (HR). 

"HR adalah admin sekaligus pemred (pemimpin redaksi) dari portal berita Publik News," kata Kepala Unit II Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah di Gedung Siber Bareskrim Polri, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Januari 2018. 

HR ditangkap pada Selasa, 9 Januari 2018, sekitar pukul 22.00 WIB, di Meruya, Jakarta Barat. Sebelumnya, penyidik telah menangkap pemilik portal berita Suara News, Fajar Agustanti, yang juga terkait fitnah terhadap Akbar. 

Dalam berita yang dimuat HR, Akbar disebut memiliki istri simpanan di Bandung dan memiliki vila mewah di Dago Pakar. Selain itu, Akbar juga disebut menikmati duit korupsi KTP-el. 

Irwansyah mengatakan, sebelum mencokok HR, pihaknya telah lebih dulu berkoordinasi dengan Dewan Pers. Dari berkoordinasi, kata Irwansyah, portal berita Publik News ternyata tak terdaftar. 

"Apa yang dia sampaikan bukan produk jurnalistik. Setelah kami koordinasi ke ahli, kemudian memenuhi unsur, baru kami lakukan upaya paksa penangkapan," jelas dia. 

Menurut dia, pelaku dalam membuat berita kerap menggabungkan sejumlah berita. Setelah itu, pelaku menambah beberapa kalimat dan mengambil tulisan dari sejumlah akun media sosial Twitter. 

Baca: Istana Sebut Pesan Berantai Pidato Presiden Tentang Pilkada DKI Hoax

"Kalau menurut pemeriksaan, karena beritanya sedang viral, harapannya portal beritanya akan viral dengan banyaknya pengunjung yang akan baca," beber dua. 

Hasil pemeriksaan sementara, kata Irwansyah, HR membuat portal tersebut atas inisiatif sendiri. Kepolisian masih mendalami apakah ada pihak yang mendanai HR. 

"Yang bersangkutan kita kenakan UU ITE Pasal 27 ayat 3, Pasal 310, dan Pasal 311 tentang pencemaran nama baik. Ancaman hukumannya empat tahun," pungkas dia. 





(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA