Emirsyah Satar Bungkam Usai Diperiksa KPK

Juven Martua Sitompul    •    Senin, 16 Apr 2018 16:10 WIB
emirsyah satar tersangka
Emirsyah Satar Bungkam Usai Diperiksa KPK
Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (baju biru) - Medcom.id/Juven Martua Sitompul.

Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (ESA), menolak berkomentar banyak ihwal kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Dia berkelit saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media.

"Tanya penyidik, tanya penyidik," kata Emirsyah Satar usai diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo (SS), di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 16 April 2018.

Emirsyah Satar bahkan menerobos barisan wartawan yang mencoba mengorek informasi soal materi pemeriksaannya hari ini. "Sudah ya, tanyakan ke penyidik," kata Emirsyah Satar.

Emirsyah Satar ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd, Soetikno Soedarjo. 

(Baca juga: Suami Dian Sastro Ogah Mengomentari Pemeriksaannya)

Dalam kasus ini, Emirsyah Satar diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui Soetikno Soedarjo. Suap diberikan Rolls-Royce terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

Diduga, suap yang diterima Emirsyah Satar mencapai €1,2 juta dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Tak hanya uang, Emirsyah Satar juga diduga menerima suap berupa barang senilai USD2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 16 Januari 2017 silam. Namun, hingga kini keduanya belum ditahan.

Foto: Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (baju biru) usai diperiksa penyidik KPK.
 


(REN)