Novanto Mengakui Bahas Proyek KTP-el

Faisal Abdalla    •    Jumat, 13 Apr 2018 13:47 WIB
korupsi e-ktpsetya novanto
Novanto Mengakui Bahas Proyek KTP-el
Terdakwa kasus korupsi KETP-el Setya Novanto - ANT/Wahyu Putro A.

Jakarta: Eks Ketua DPR Setya Novanto menyesal ikut dalam pertemuan yang melibatkan sejumlah terpidana kasus korupsi proyek KTP-el. Novanto menilai pertemuan itu yang menyeretnya dalam kasus tersebut.

Hal itu diungkapkan Novanto saat membacakan nota pembelaan (pleidoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. 

Dalam pertemuan di Hotel Gran Melia, Jakarta, itu Novanto diperkenalkan kepada Andi Agustinus alias Andi Narogong oleh mantan Sekjen Kementerian Dalam Negeri Diah Anggraini, mantan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Irman, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sugiharto.

"Di sinilah ketidakhatihatian saya, saya tidak keberatan saudara Irman bersama Diah Anggraeni bertemu dengan saya," kata Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat 13 April 2018.

Novanto mengatakan jika ia tak ikut dalam pertemuan tersebut, mungkin dirinya tak akan duduk di kursi pesakitan seperti saat ini. 

Novanto juga mengakui pernah bertemu dengan Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem. Namun Novanto merasa dijebak oleh Johannes. 

"Apalagi Johannes Marliem telah menjebak saya dengan merekam setiap pertemuan dengan saya," kata Novanto.

(Baca juga: Novanto Bantah Intervensi Proyek KTP-el)

Adapun pertemuan-pertemuan dengan sejumlah pihak yang terkait dengan proyek KTP-el, Novanto tak membantahnya. Namun, ia menegaskan pertemuan-pertemuan itu tidak membuktikan dirinya mengintervensi proyek KTP-el dengan tujuan memperkaya diri sendiri maupun korporasi seperti yang didakwakan jaksa KPK.

"Kronologi pertemuan-pertemuan yang melibatkan saya sebagaimana telah saya sampaikan pada saat pemeriksaan terdakwa, tidak menggambarkan atau membuktikan bahwa pertemuan-pertemuan itu untuk menguntungkan diri saya dan orang lain," kata Novanto.

Jaksa Penuntut Umum pada KPK menuntut terdakwa Setya Novanto 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan. Novanto dinilai terbukti melakukan korupsi terkait proyek pengadaan KTP-el.

Novanto dinilai telah mengintervensi pelaksanaan proyek pengadaan KTP-el di Kementerian Dalam Negeri dengan memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi. Perbuatan yang melibatkan eks ketua DPR itu merugikan keuangan negara hingga Rp2,3 triliun.






(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA