Direktur Narkoba Polda Bali Diduga Memeras

Lukman Diah Sari    •    Rabu, 21 Sep 2016 15:52 WIB
kasus pemerasan
Direktur Narkoba Polda Bali Diduga Memeras
Direktur Tindak Pidana Narkoba Kepolisian Daerah Bali Kombes Franky Haryanto -- ANT/Wira Suryantala

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Tindak Pidana Narkoba Kepolisian Daerah Bali Kombes Franky Haryanto diindikasikan memeras tersangka narkoba. Perwira menengah itu kini terancam sanksi administrasi dan sanksi pidana.

"Indikasi ke arah situ (pemerasan) sudah ada," ucap Anjak Madya Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2016).

Rikwanto menjelaskan, saat ini petugas Divisi Profesi dan Pengamanan Polri masih mendalami indikasi itu. "Untuk melengkapi apa yang dimaksud," ucapnya.

Selama proses pemeriksaan, tugas dan jabatan Franky sementara dipegang wakilnya. Keputusan untuk mencopot dia dari jabatan masih menunggu kesimpulan penyelidikan.

Kasus ini bermula dari adanya laporan terkait dugaan pemerasan yang dilakukan Kombes Franky. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penggeledahan.

"Direktur Narkoba (Franky) bekerja seperti biasa pada waktu tim datang. Petugas juga menanyakan dan memeriksa staf di sana untuk mematangkan info yang ada," jelas Rikwanto.

Franky ditangkap tim dari Biro Pengamanan Internal pada Senin (19/9/2016). Dia diduga melakukan pemerasan terhadap tersangka kasus penyalahgunaan narkotik dengan barang bukti di bawah 0,5 gram. Franky juga diduga melakukan pemotongan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2016.

Barang bukti yang diamankan, di antaranya uang Rp50 juta di dalam brankas. Ditemukan juga pemerasan dalam tujuh kasus narkoba di bawah 0,5 gram, dengan uang perasan sebesar Rp100 juta.

(Baca: Kapolri Apresiasi Penangkapan Direktur Narkoba Polda Bali)


(NIN)

Bakal Calon Harus Serahkan Seluruh Persyaratan pada 4 Oktober

Bakal Calon Harus Serahkan Seluruh Persyaratan pada 4 Oktober

18 minutes Ago

Bakal calon yang tidak melengkapi berkas persyaratan sampai waktu yang ditentukan akan dinyatak…

BERITA LAINNYA
Video /