Saksi Sebut Pembelian IPO oleh La Nyalla Arahan Gubernur Soekarwo

Renatha Swasty    •    Rabu, 19 Oct 2016 13:35 WIB
kasus la nyalla mattalitti
Saksi Sebut Pembelian IPO oleh La Nyalla Arahan Gubernur Soekarwo
La Nyalla Mattalitti/ANT/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua Umum Bidang Akselerasi Perdagangan Antar Pulau Kadin Jatim Diar Kusuma Putra mengaku diminta eks Ketua Kadin Jatim La Nyalla Mattalitti membeli Initial Public Offering (IPO) di Bank Jatim. IPO dibeli setelah La Nyalla mendapat perintah Gubernur Jatim Soekarwo.

"Pak La Nyalla sampaikan pada saya Gubernur meminta kadin berpartisipasi beli IPO di Bank Jatim (2012). Gubernur berharap program IPO sukses dan meminta pengusaha ikut menyukseskan itu," beber Diar saat bersaksi buat terdakwa La Nyalla di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (19/10/2016).

Setelah itu, ia ditelepon penyelia Bank Jatim, Sri Bondan Ella. Dalam sambungan telepon, Bondan menanyakan kesediaan Kadin Jatim mengambil IPO.

"Katanya pak Diar apa Kadin jadi ikut IPO. Uang harus ada hari ini, saya bilang iya jadi bu. Bu Bondan juga bilang ada slot, biaya ini dan itu," beber Diar.

Bondan menelepon pukul tujuh malam. Lantaran harus segera mengeluarkan uang pembelian IPO, Diar menggunakan dana hibah Kadin Jatim.

Saat itu, Diar mengaku, tidak tahu berapa saham IPO yang dibeli. Dia menyerahkan cek kosong pada Bondan buat diisi. Saham IPO dibeli atas nama La Nyalla.

"Tiga hari kemudian, saya tagih ke pak Nyalla, uangnya gini. IPO pakai dana hibah, harus segera dikembalikan," beber Diar.

Mendengar itu, kata Diar, La Nyalla kaget lantaran pembelian menggunakan dana hibah. La Nyalla memerintahkan uang segera dikembalikan.

"Uang itu dikembalikan secara bertahap," beber Diar.

Usai mendengar kesaksian Diar, La Nyalla menyebut, tidak pernah meminta Diar buat membeli saham IPO memakai dana hibah. Saat itu, eks Ketua PSSI itu menyebut Diar mengaku uang untuk membeli IPO belum terkumpul dari pengusaha sehingga meminjam dana hibah.

"Saudara jelaskan, mas, saya gunakan dana Kadin karena saat itu teman teman belum menyetor. Saya katakan ya sudah kalau gitu catat itu hutang saya karena saya sebagai ketua Kadin bertanggung jawab dan saya cicil-cicil," ujar La Nyalla.


(OJE)