Kepala Bulog Regional Jakarta-Banten Ditahan Bareskrim

Nicky Widadio    •    Jumat, 14 Oct 2016 18:25 WIB
beras
Kepala Bulog Regional Jakarta-Banten Ditahan Bareskrim
Kabareskrim Irjen Ari Dono Sukmanto. Foto: MTVN/Nur Azizah

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan enam tersangka kasus beras oplosan, termasuk Kepala Bulog Divisi Regional DKI Jakarta Banten, Agus Dwi Indirato. Bareskrim masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus penyalahgunaan beras Bulog ini.
 
"Sudah ditahan, dan terus akan dilakukan pendalaman," kata Kepala Bareskrim Polri Komisaris Jendral Ari Dono Sukmanto, di Jakarta, Jumat (14/10/2016).
 
Penahanan dilakukan usai penyidik gelar perkara siang tadi. Polisi akan mengorek keterangan Agus untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain, termasuk orang-orang di lingkungan Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten.
 
Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan, para tersangka dijerat Pasal 139 jo Pasal 84 ayat 1 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan; Pasal 110 jo Pasal 136 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan; Pasal 62 jo Pasal 8 UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
 
"Pasal berlapis disangkakan kepada mereka yang bermain dalam kartel mafia beras Bulog ini," kata Boy.
 
Sebelumnya, Bareskrim Polri menemukan gudang pengoplosan beras di kawasan Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Di gudang tersebut ditemukan 400 ton beras yang dioplos dari beras merek Palm Mas dan beras bulog asal Thailand. Setelah ditelusuri, penyewa gudang mendapatkan suplai beras Bulog melalui PT DSU. Perusahaan itu bukan distributor resmi.


(FZN)