Advokat Hotma Sitompoel Diperiksa Terkait KTP-el

Renatha Swasty    •    Selasa, 29 Nov 2016 11:56 WIB
korupsi e-ktp
Advokat Hotma Sitompoel Diperiksa Terkait KTP-el
Hotma Sitompoel. Foto: MI/M. Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa advokat Hotma Sitompoel dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el), Selasa (29/11/2016). Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Sugiharto.

Selain Hotma, KPK juga akan memeriksa Sugiharto. Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Penduduk pada Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri itu bakal diperiksa sebagai tersangka.

Dalam kasus dugaan korupsi proyek KTP-el, KPK juga menetapkan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Irman sebagai tersangka. Irman sebagai Kuasa Pembuat Anggaran (KPA), diduga menggelembungkan harga dalam pengadaan KTP-el.

Pengadaan KTP-el oleh konsorsium, yakni Perum PNRI, PT Sucofindo (Persero), PT LEN Industri (Persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaput. Proyek ini menggunakan APBN 2011 dan 2012 senilai Rp6 triliun.

Pembagian tugasnya adalah PT PNRI mencetak blangko KTP-el dan personalisasi, PT Sucofindo  melaksanakan tugas, bimbingan teknis, dan pendampingan teknis, PT LEN Industri mengadakan perangkat keras AFIS, PT Quadra Solution mengadakan perangkat keras dan lunak, serta PT Sandipala Arthaputra (SAP) mencetak blangko KTP-el dan personalisasi dari PNRI.

Muhammad Nazaruddin, terpidana kasus korupsi, menyebut, PT Quadra dimasukkan menjadi peserta konsorsium pelaksana pengadaan, sebab perusahaan itu milik teman Irman. Sebelum proyek KTP-el berjalan, Irman diduga punya permasalahan dengan Badan Pemeriksa Keuangan.

Program KTP-el ini secara nasional dilaksanakan dalam dua tahap yakni pada 2011 dan 2012. Tahap pertama di 197 kabupaten/kota dengan target 67 juta penduduk memiliki KTP elektronik. Namun, pada pelaksanaannya terdapat masalah terkait ketersediaan dan distribusi perangkat yang dibutuhkan.


(TRK)