Dituntut 6 Tahun, La Nyalla: Ada yang tak Sesuai Fakta Persidangan

Renatha Swasty    •    Rabu, 30 Nov 2016 16:11 WIB
kasus la nyalla mattalitti
Dituntut 6 Tahun, La Nyalla: Ada yang tak Sesuai Fakta Persidangan
La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: MI/SUsanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Eks Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur La Nyalla Mattalitti kecewa dengan tututan 6 tahun penjara yang dijatuhkan pada dirinya. La Nyala menyebut sejumlah tuntutan jaksa tidak sesuai fakta persidangan.
 
"Semua saya dengarkan, tadi ada yang tidak sesuai fakta persidangan. Wajarlah yang namanya jaksa kan tugasnya menuntut, ya sudah biarkan saja," kata La Nyalla usai mendengar sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016).
 
La Nyalla menyebut hal yang sudah terang adalah soal uang pembelian IPO Rp5,3 miliar. Eks Ketua PSSI itu menyebut uang sudah dikembalikan.
 
Begitupula soal pendelegasian kegiatan Kadin Jatim khususnya untuk penggunaan dana hibah yang ia delegasikan pada anak buahnya. Serta penggunaan materai pada 2015 yang tercantum dalam kuitansi pengembalian pinjaman dana hibah.
 
Aristo Pangaribuan selaku pengacara La Nyalla bakal memasukan hal itu pada pledoi atau pembelaannya.
 
"Nanti kita akan sampaikan di pledoi, pak La Nyalla akan membuat pledoi dan kami dari penasihat hukum akan membuat, karena kami tidak setuju dengan fakta-fakta yang diungkapkan oleh jaksa," kata Aristo.
 
La Nyalla dituntut enam tahun penjara denda Rp500 juta subsider enam bulan kurungan. La Nyalla dinilai menggunakan dana hibah Kadin Jatim sejak 2011-2014 tidak sesuai peruntukannya sehingga merugikan negara hingga Rp27,7 miliar.
 
Dia juga menggunakan dana hibah senilai Rp5,3 miliar untuk membeli IPO di Bank Jatim. Saham IPO sempat dijual La Nyalla sehingga dia mendapat keuntungan Rp1,1 miliar.
 
La Nyalla juga dituntut mengganti uang pengganti sejumlah Rp1.105.577.500 dalam waktu sebulan setelah hukuman berkekuatan hukum tetap. Jika tidak dapat membayar, harta bendanya akan disita dan dilelang untuk menutupi, bila tidak juga bisa membayar maka akan diganti dengan pidana penjara 3,5 tahun.

 


(FZN)