Al Maidah 51 Disebut Hanya Dipakai saat Perang

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 21 Mar 2017 15:59 WIB
kasus hukum ahok
Al Maidah 51 Disebut Hanya Dipakai saat Perang
Terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama bersama kuasa hukumnya. Foto: Antara/Isra Triansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Surah Al Maidah ayat 51 disebut menjadi rujukan umat Islam saat menghadapi perang fisik melawan Yahudi atau Nasrani pada zaman nabi. Al Maidah memiliki konteks peperangan melawan kaum munafik yang berkhianat pada Islam.
 
Hal itu dikatakan K.H. Ahmad Ishomuddin saat menjadi saksi ahli agama Islam di sidang lanjutan kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara.
 
"Kalau diterapkan dalam konteks kekinian, bisa terjadi, jika konteksnya sama, yaitu terjadi peperangan fisik antara orang Islam dengan agama lain. Konteks surat Al Maidah ayat 51 adalah peperangan," kata Ahmad di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa, 21 Maret 2017.
 
Ia mengatakan, Al Maidah 51 bukan konteks yang bisa dihubungkan dengan kampanye. Dia beranggapan, Al Maidah 51 tidak dapat diterapkan saat memilih pemimpin. Ayat tersebut bisa diterapkan jika perang fisik kembali terjadi.
 
"Berdasarkan fikih, hukumnya haram menolong orang Yahudi atau Nasrani yang memusuhi atau berkhianat pada Islam," ujarnya.
 
Menurut tafsiran di beberapa kitab, Ahmad mengatakan, pada zaman dahulu, ayat tersebut ditujukan kepada orang beriman untuk melindungi diri dari orang munafik. Namun, konteks saat ini, arti aulia dalam Al Maidah 51 bisa merujuk kepada teman setia.
 
"Salah satu kitab tafsir berkata, ayat tersebut ditujukan untuk orang beriman. Pendapat lain mengatakan, sasaran ini adalah orang-orang munafik agar mereka kembali pada keimanan dan tidak, berkhianat kepada umat islam," katanya.


(FZN)