Bos PT Protelindo Diperiksa Kasus Suap Telekomunikasi

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 05 Dec 2018 11:03 WIB
kasus suap
Bos PT Protelindo Diperiksa Kasus Suap Telekomunikasi
Ilustrasi KPK - MI.

Jakarta: Vice President Director PT Protelindo, Adam Gifari, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto tahun anggaran 2015.

"Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SB (Wakil Bupati Malang sekaligus Direktur CV Central Manunggal, Ahmad Subhan)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 5 November 2018.

Penyidik juga memanggil dua saksi lain yakni Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastruktur Tbk, Herman Setya Budi; dan Direktur CV Sumajaya Citra Abadi, Achmad Suhawi. Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka berbeda.

Herman Setya diperiksa untuk tersangka dari pihak swasta Nabiel Titawano, sedangkan Achmad Suhawi sebagai saksi untuk tersangka Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya.

KPK sebelumnya menetapkan Bupati nonaktif  Mojokerto Mustofa Kamal Pasa sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu dugaan suap terkait izin pembangunan menara telekomunikasi di Kabupaten Mojokerto pada 2015 dan gratifikasi.

(Baca juga: Bupati Mojokerto Ditahan)

Selain Mustofa, penyidik juga menetapkan tersangka atas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mojokerto, Zainal Abidin; Permit and Regulatory Division Head PT Tower Bersama Grup, Ockyanto; dan Direktur Operasi PT Protelindo Onggo Wijaya.

Namun, pada pengembangan kasus, penyidik kembali menetapkan tiga tersangka lain yakni Wakil Bupati Malang sekaligus Direktur CV Central Manunggal, Ahmad Subhan; Direktur PT Sumawijaya, Achmad Suhawi; dan satu pihak swasta Nabiel Titawano.

Dalam kasus suap pembangunan menara telekomunikasi, Mustofa diduga menerima suap sebesar Rp2,7 miliar. Sementara pada kasus dugaan gratifikasi terkait proyek di lingkungan pemerintahan Kabupaten Mojokerto, Mustofa bersama Zainal diduga menerima Rp3,7 miliar.




(REN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA