Polisi Sudah Kantongi `Otak` Perencana Makar

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 25 Nov 2016 17:58 WIB
unjuk rasa
Polisi Sudah Kantongi `Otak` Perencana Makar
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Kombes Rikwanto. Foto: Antara/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi mengklaim sudah mengantongi identitas kelompok yang diduga ingin melakukan makar pada aksi 2 Desember mendatang. Polisi sedang mendalami kelompok tersebut.
 
"Sudah (mengantongi identitasnya), tapi kita perlu pendalaman. Karena kita tidak bisa asal menuduh seseorang, perlu perlengkapan hingga bisa sempurna apa yang ditujukan makar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Kombes Rikwanto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/11/2016).
 
Rikwanto mengatakan, intelijen sedang menyelidiki fakta di lapangan dengan informasi yang didapatkan. Hasilnya bakal dijadikan kesimpulan atas dugaan makar yang dituduhkan.
 
"Kalo menuduh orang kan harus lengkap, harus ada alat bukti. Pak Kapolri (Jenderal Tito Karnavian) menyebut terindentifikasi, disinyalir dari data-data yang ada. Kalau yang dituduh makar tidak melakukan, ya alhamdulilah kalau enggak," ujar Rikwanto.
 
Rikwanto enggan menjelaskan secara rinci apa saja persiapan makar yang diduga dilakukan oleh kelompok tertentu itu. "Itu enggak bisa dijelaskan. Kamu cari aja sendiri‎, yang jelas sudah kita pegang identitasnya," ujar Rikwanto.
 
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklaim mencium ada agenda inkonstitusional dalam unjuk rasa 25 November dan 2 Desember mendatang. Tito menyebut ada potensi tindakan makar dalam aksi itu.
 
Tito menambahkan, Polri-TNI siap mengambil tindakan jika memang benar ada upaya makar dalam aksi unjuk rasa nanti. Tito mengingatkan, pelaku aksi makar bakal diberikan sanksi sebagaimana diatur dalam Pasal 104, 105, 106, dan 107 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
 
"Kalau itu bermaksud menjatuhkan atau menggulingkan pemerintah, itu termasuk pasal makar. Oleh karena itu, bila ada upaya-upaya seperti itu, kita akan melakukan pencegahan dengan memperkuat gedung DPR-MPR sekaligus juga membuat rencana-rencana. Bila terjadi, kita akan ambil tindakan," kata Tito, Senin 21 September.


(FZN)