Novanto Terindikasi Lakukan Pencucian Uang

Damar Iradat    •    Senin, 12 Mar 2018 22:59 WIB
setya novanto
Novanto Terindikasi Lakukan Pencucian Uang
Setya Novanto. Antara/Puspa Perwitasari

Jakarta: Terdakwa kasus dugaan korupsi KTP elektronik Setya Novanto terindikasi melakukan pencucian uang. Perbuatan Novanto itu terendus setelah melihat sejumlah transaksi keuangan dari luar negeri yang diduga ditujukan kepada mantan Ketua DPR RI itu. 

Hal tersebut diungkap oleh mantan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein di sidang lanjutan Novanto. Mantan anggota Komisi III DPR RI itu dihadirkan di persidangan sebagai saksi ahli. 

Saat dimintai keterangan terkait transaksi keuangan yang dilakukan Novanto, Yunus mengatakan, hal tersebut untuk menghindari pelaporan. Misal, salah satunya transaksi tunai restructuring.

"Ini perbuatan yang disebut suspicious, jadi mencurigakan. Kalau transaksi diduga tindak pidana misalnya baru buka rekening tidak mau isi asal sumber dana, meragukan kebenaran misalnya pakai dokumen palsu," ungkap Yunus di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 12 Maret 2018. 

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian mempertanyakan soal modus transaksi uang lintas negara untuk menghindari transfer langsung dari negara asal ke negara tujuan. Menurut Yunus, transaksi lintas negara meliputi tiga laporan.  Pertama, jika jumlah dana yang ditransfer menyimpang. Kedua, transaksi yang masuk dan masih berjalan harus dilaporkan. 

"Kemudian bisa juga transaksi lintas batas negara misalnya melibatkan saat penyetorannya menggunakan uang tunai dalam jumlah besar dan ada uang tunai secara fisik," paparnya. 

Jaksa kemudian mempertanyakan soal modus pengiriman uang melalui jasa penukaran uang. Modus ini dilakukan oleh keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi untuk mentransfer uang dari Biomorf Mauritius, perusahaan milik almarhum Johannes Marliem.

Menurut dia, modus-modus seperti itu mengindenfikasikan bagian dari menyamarkan harta yang dipakai untuk beberapa transaksi. Ia menambahkan, dalam modus ini ada beberapa karakter yang mencurigakan, sebab, Mauritius merupakan salah satu high risk country dalam rangka pencucian uang. Oleh karena itu, di negara-negara seperti Mauritius banyak melibatkan money changer untuk praktik pencucian uang.

"Jadi banyak pemilik money changer bikin rekening atas dia, kalau tunai susah dilacak," tegasnya.

Penggunaan uang tunai, kata Yunus, agar sumber uang sulit dilacak dan tidak meninggalkan jejak. Menuru dia, dalam kasus tersebut, Novanto terindikasi sebagai penerima dan pengirim guna menghapus transaksi untuk menghindari pelaporan.

"Hasil korupsi kalau disamarkan dengan berbagai tindakan lain adalah tindak pidana pencucian uang," tanda Yunus.

Dalam persidangan sebelumnya, jaksa sempat membeberkan skema penerimaan uang Novanto dari luar negeri. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi menggunakan modus money changer untuk menyamarkan transfer uang sejumlah USD2,6 juta.  Biomorf Mauritius diketahui mentransfer uang-uang secara bertahap ke sejumlah perusahaan dan individu di berbagai negara. 

Uang tersebut ditransfer antara lain ke Santoso Kartono USD465 ribu, Kohler Asia Pacific USD101,9 ribu, Cosmic Enterprise USD200 ribu. Kemudian ditransfer ke Sunshine Development USD500 ribu, Golden Victory USD183,4 ribu, Pacific Ofeo Chemical USD133,4 ribu, Wa Kong Trading USD250 ribu, Omni Potent Ventura USD240 ribu, dan Yuli Hira USD200 ribu.

Nama terakhir, Yuli Hira merupakan Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi. Yuli juga salah satu pihak yang membantu melancarkan penerimaan uang Irvanto dari perusahaan Biomorf Mauritius yang diketahui milik Johannes Marliem ke Indonesia.

Dari rekening tersebut kemudian ditransfer kembali ke rekening yang diberikan Yuli kepada Riswan alias Iwan Barawa, yang merupakan Marketing Manajer Inti Valuta Money Changer. Riswan sebelumnya sempat bertemu dengan Irvanto untuk barter uang dolar tersebut.

Yuli kemudian mentransfer uang ke sejumlah rekening, di antaranya ke rekening atas nama Gurga, Melyana, Money Changer Hidup Artha, Lulu, Chandra, Money Changer Boss, July Hira. Total uang yang masuk ke Yuli Hira sebesar USD2,62 juta.

Yuli mengatakan, proses transaksi selesai, dirinya langsung memberi tahu Riswan jika uang yang diminta Irvan telah tersedia. Riswan kemudian menyambangi kantor Yuli untuk mengambil uang tersebut.



(SCI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA