Terpidana Suap Terindikasi Jadi Pemberi Gratifikasi Bupati Rita

Juven Martua Sitompul    •    Selasa, 10 Oct 2017 20:39 WIB
gratifikasi bupati kutai rita widyasari
Terpidana Suap Terindikasi Jadi Pemberi Gratifikasi Bupati Rita
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Foto: MI/Arya

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Citra Gading Asritama Ichsan Suaidi dalam kasus dugaan gratifikasi Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari (RIW). Ichsan diduga sebagai salah satu pihak yang memberi gratifikasi kepada Rita.
 
"Ada indikasi pemberian gratifikasi terhadap tersangka dalam kasus ini. Saksi dikonfirmasi seberapa jauh mengetahui proses tersebut. Termasuk adanya dugaan pemberian gratifikasi ke RIW saat jadi kepala daerah," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Selasa 10 Oktober 2017.
 
Berdasarkan penelusuran, Citra Gading Asritama menjadi salah satu perusahaan kontraktor yang mengikuti proyek-proyek pembangunan di Kukar. Citra Gading Asritama mengerjakan proyek pembangunan infrastruktur jalan di Kawasan Central Bisnis Distrik Tenggarong dengan nilai kontrak Rp390.256.000.000.

Baca: KPK Segera Miskinkan Bupati Kukar 

Kemudian proyek pembangunan jalan poros Kembang Janggut-Klekat Kukar dengan nilai kontrak Rp208.661.433.000. Selain itu, proyek pembangunan Royal World Plaza (RWP) di Tenggarong.
 
"Secara spesifik tak bisa kami sebutkan. Kami terus mendalami. Karena penyidikan kan baru minggu lalu," pungkas Febri.
 
Ichan usai menjalani pemeriksaan bungkam dan menolak berkomentar terkait pemeriksaannya. Ichan merupakan salah satu pesakitan KPK dalam kasus suap pejabat Kasubdit Kasasi Perdata Mahkamah Agung, Andri Tristianto Sutrisna.
 
Dia divonis pidana penjara selama 3,5 tahun dan denda Rp50 juta subsider satu bulan kurungan oleh majelis hakim di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Juni 2016. Ichan dihukum bersama dengan kuasa hukumnya Awang Lazuardi Embat.
 
KPK menetapkan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari bersama Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin (KHN) sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi. Diduga keduanya menerima gratifikasi atas sejumlah proyek di wilayah Kutai Kartanegara.
 
Total uang yang diterima dari gratifikasi itu sebesar Rp6 miliar. Atas perbuatannya, Rita dan Khairudin dijerat Pasal 12 huruf B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Baca: Ada Tim 11 Atur Proyek di Pemkab Kukar 

Dari hasil pengembangan, KPK kembali menetapkan Rita dan Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hari Susanto Gun (HSG) sebagai tersangka kasus suap perizinan lokasi perkebunan sawit inti dan plasma di lingkungan Pemkab Kutai Kartanegara. Dari sini, Rita meraup keuntungan mencapai Rp6,9 miliar.
 
Dalam kasus ini, Rita dijerat Pasal 12 huruf a atau 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.
 
Sedangkan, HSG selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi.




(FZN)