RS Mitra Keluarga Rilis Hasil Audit Kematian Bayi Debora

Ilham wibowo    •    Jumat, 22 Sep 2017 19:13 WIB
fasilitas kesehatan
RS Mitra Keluarga Rilis Hasil Audit Kematian Bayi Debora
Juru Bicara RSMK Nurfantina Pandina. Foto: Metrotvnews.com/Ilham Wiboto

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen Rumah Sakit Mitra Keluarga (RSMK), Kalideres, Jakarta Barat, merilis hasil audit atas kematian bayi Debora Simanjorang yang sempat menghebohkan jagat maya. Mereka menyimpulkan tak ada kesalahan prosedur penanganan medis dalam kasus itu.

"Evaluasi dilakukan berdasarkan sanksi yang diberikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta," kata Juru Bicara RSMK Nurfantina Pandina saat menggelar konferensi pers di FX Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat 22 September 2017.

Ia menjelaskan RSMK telah berupaya menyelamatkan Debora. Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama 6,5 jam sudah memberikan pertolongan medis di ruang resusitasi.

Menurut Nia, sapaan akrabnya, saat pasien tiba di IGD pada 3 September 2017, dokter jaga langsung mengarahkan Debora ke ruang resusitasi. Ruang resusitasi merupakan bagian di IGD. Ruang ini berupa satu kamar khusus dan tertutup yang dilengkapi peralatan medis.

“Tidak semua pasien IGD dimasukkan ke ruang resusitasi. Bayi Debora masuk ke resusitasi karena dokter jaga melihat kondisinya sudah membiru, tidak bergerak, serta jari tangan dan kaki sudah dingin," kata Nia.
 
Melihat kondisi itu, dokter jaga langsung melakukan pertolongan pernafasan, memasang monitor, melakukan kompresi jantung, memasang infus, dan  selang nafas. "Dokter dan perawat juga menyedot lendir dan memberikan terapi uap (nebulizer) kepada pasien."

Dokter jaga sempat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk penanganannya. Hasil konsultasi lantas diberitahukan ke orang tua Debora.

“Dokter menyarankan perawatan lanjutan, yakni dimasukkan ke ruang PICU (pediatric intensive care unit),” ujar Nia.

Baca: Bayi Deborah Meninggal dalam Dingin

Selama menunggu persetujuan keluarga, kata dia, kondisi pasien belum juga stabil. Pernafasan Debora masih berat, kulit masih biru, dan denyut nadi masih  lemah. Dokter juga telah melakukan rontgen dada dan perut serta pengecekan darah Debora di laboratorium.

“Upaya dan tindakan medis selama 6,5 jam sudah dilakukan sejak pasien tiba pukul 3.40 WIB, namun kondisi pasien masih kritis," katanya.

Putri pasangan Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi itu akhirnya meninggal tanpa sempat dimasukkan ke ruang PICU.

Sebelumnya, RSMK telah mendapatkan sanksi berupa teguran dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Kementerian Kesehatan. Sanksi diberikan sebagai bahan evaluasi.

“Sanksi yang diberikan akan kami jadikan pemicu untuk memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat," kata dia.




(UWA)