Tiga Pimpinan DPRD Mojokerto Segera Jalani Persidangan

Juven Martua Sitompul    •    Rabu, 13 Sep 2017 22:41 WIB
ott kpk
Tiga Pimpinan DPRD Mojokerto Segera Jalani Persidangan
Ketua DPRD Mojokerto Purnomo (kedua kiri) dan Wakil Ketua DPRD Mojokerto Umar Faruq (kedua kanan) berjalan meninggalkan gedung KPK. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak A).

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelesaikan proses penyidikan terhadap tiga tersangka kasus suap pengalihan anggaran Dinas PUPR Kota Mojokerto tahun 2017‎. Dengan begitu, ketiganya akan duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor.

Ketiga tersangka itu antara lain, Ketua DPRD Mojokerto Purnomo (PN) serta dua wakilnya yakni Umar Faruq (UF) dan Abdullah Fanani (ABF). Berkas, barang bukti dan tersangka dilimpahkan ke tahap penuntutan.

"Hari ini dilakukan pelimpahan tahap 2 terhadap tiga tersangka di kasus Mojokerto, yaitu ABF, UF dan PNO," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jakarta, Rabu 13 September 2017.

Febri mengatakan, setelah dilimpahkan jaksa penuntut umum KPK selanjutnya memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan. Menurut dia, kasus ini akan disidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Hari ini ketiga tersangka telah diterbangkan ke Surabaya.

"Sidang akan dilakukan dalam waktu dekat, direncanakan di PN Tipikor Surabaya," ujar dia.

(Baca juga: Ketua DPRD Mojokerto Terancam Diberhentikan PDI Perjuangan)

Selain tiga tersangka itu, KPK juga ikut menjerat Kepala Dinas PU Mojokerto Wiwiet Febryanto. Namun, penyidik masih melakukan penyidikan terhadap perkara yang menjerat Wiwiet.

KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus suap pengalihan anggaran hibah Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS) menjadi anggaran program Penataan Lingkungan pada Dinas PUPR Mojokero sebesar Rp13 miliar pada tahun anggaran 2017.

Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu antara lain, Ketua DPRD Mojokerto Purnomo serta dua wakilnya yakni Umar Faruq dan Abdullah Fanani. Terakhir penyidik menetapkan Kepala Dinas PU Mojokerto Wiwiet Febryanto sebagai tersangka.

(Baca juga: 4 Tersangka Suap DPRD Mojokerto Diperiksa)

Atas perbuatannya, Wiwiet selaku pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara penerima suap, tiga pimpinan DPRD Mojokerto yakni Purnomo, Umar faruq dan Abdullah Fanani disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.




(HUS)

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

KPK Beberkan Proses Penetapan Tersangka Setya Novanto

2 hours Ago

KPK meyakinkan, semua proses hukum sudah sesuai aturan berdasarkan alat bukti permulaan yang cu…

BERITA LAINNYA