Abdul Latief Pinjam USD80 Ribu dari Sekjen KONI Buat Pencalonan BPK

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 28 Sep 2017 01:21 WIB
suap di bpk
Abdul Latief Pinjam USD80 Ribu dari Sekjen KONI Buat Pencalonan BPK
Auditor BPK Ali Sadli/ANTARA/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Jakarta: Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Abdul Latief diduga menerima uang dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) EF Hamidy sebanyak USD80 ribu. Uang itu digunakan untuk pencalonan Abdul Latief sebagai anggota BPK.

Hal itu terungkap saat jaksa KPK menghadirkan tersangka Auditor BPK Ali Sadli sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara suap pejabat BPK dengan terdakwa Irjen Kemendes Sugito dan Kabag IT dan Keuangan Itjen Kemendes Jarot Budi Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Pada persidangan, jaksa KPK mengonfirmasi berita acara pemeriksaan (BAP) Ali Sadli soal penerimaan uang sebesar USD80 ribu. "Itu hal lain, uang pinjaman teman saya," kata Ali menjawab pertanyaan jaksa KPK, Jakarta, Rabu 27 September 2017.

Mendapat jawaban itu, jaksa KPK kembali bertanya, apakah Ali Sadli mengenal EF Hamidy dan Abdul Latief. Ali tak membantahnya dan tegas menyatakan mengenal kedua orang tersebut.

"Saya kenal Pak Abdul Latief salah satu eselon satu di BPK dan EF Hamidy, Sekjen KONI," kata Ali Sadli.

Jaksa KPK juga bertanya kepada Ali mengenai kaitan uang USD80 ribu dengan kedua orang itu. Kepada jaksa KPK, Ali menjelaskan bahwa uang itu pinjaman Latief kepada Hamidy.

Menurut Ali uang itu dipinjam untuk keperluan Latief yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota atau pimpinan BPK. Setelah itu, jaksa KPK kembali bertanya soal salah satu istilah yang dikatakan Ali Sadli dalam BAP.

"Ini ada istilah tambahan untuk tembakan. Apa maksudnya?" Kata jaksa KPK.

Namun, Ali tidak menjelaskan apa maksud istilah tersebut. Ali hanya menjelaskan bahwa dirinya bukan bagian dari tim sukses Abdul Latief. Ali juga mengklaim jika uang tersebut sudah dikembalikan kepada EF Hamidy.



 


(DHI)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

3 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA