Tuntutan Jaksa untuk Ahok Sudah Tepat

Erandhi Hutomo Saputra    •    Kamis, 20 Apr 2017 19:28 WIB
kasus hukum ahok
Tuntutan Jaksa untuk Ahok Sudah Tepat
Terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama. Foto: MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengesampingkan Pasal 156a buat menuntut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dinilai tepat. Alasannya, tidak ada faktor niat menodakan agama dalam pidato yang dilakukan Ahok di Kepulauan Seribu.
 
Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman, Hibnu Nugroho, mengatakan, dalam proses penyidikan terdapat pro kontra apakah Ahok menodakan agama atau tidak, sehingga Jaksa menilai pasal yang digunakan adalah Pasal 156 bukan Pasal 156a.
 
"Sejak awal terjadi perdebatan di tingkat penyidikan, antara menista atau tidak. Suara juga tidak bulat di persidangan, karena di sidang tidak ada saksi fakta yang jelas melihat, semua berdasarkan video. Jadi lebih bermain ke saksi ahli," kata Hibnu kepada Media Indonesia, Kamis 20 April 2017.
 
Ia mengungkapkan, saksi ahli dari MUI Ahmad Ishomudin dan saksi ahli dari PBNU Masdar Farid Mas'udi justru meringankan Ahok. Menurut Hibnu, Ahok hanya menyinggung surah Al Maidah ayat 51, tidak berniat menodakan agama Islam. Terlebih banyak elite politik yang sejak awal tidak menghendaki Ahok menjadi gubernur lagi.
 
"Faktor niat sejak awal diperdebatkan, kebetulan menyinggung dan ada pilkada. Sudah tidak disenangi kelompok tertentu ya sudah," jelasnya.
 
Tidak adanya protes besar-besaran usai Ahok dituntut hukuman percobaan 2 tahun, kata Hibnu, menunjukkan kasus dugaan penodaan agama hanya politis untuk kepentingan pilkada DKI Jakarta 2017.
"Iya (hanya kaitan Pilkada saja), toh (Ahok) sudah selesai, kalah," katanya.
 


(FZN)