Drajat Gugup Dicecar soal Bingkisan ke Ade Komarudin

Surya Perkasa    •    Kamis, 20 Apr 2017 13:39 WIB
korupsi e-ktp
Drajat Gugup Dicecar soal Bingkisan ke Ade Komarudin
Suasana sidang kasus korupsi KTP-el. Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Drajat Wisnu Setyawan, dicecar jaksa seputar perannya dalam proyek KTP elektronik. Anak buah terdakwa Irman ini ditanyai jaksa penuntut soal bagi-bagi duit ke anggota DPR.

Drajat mengakui sempat diperintahkan Irman. Salah satunya perintah mengantarkan bingkisan ke kompleks rumah dinas DPR, Kalibata, Jakarta Selatan.

"Saya dibekali alamat saja. Alamatnya di kompleks DPR di Kalibata," kata dia, kepada Jaksa di persidangan perkara korupsi KTP-el, Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis 20 April 2017.

Namun, anggota DPR yang tinggal di alamat yang dituju, tak ada di tempat. Walau mengklaim tidak tahu untuk mengantar uang ke siapa, dia mengaku bertemu perempuan penghuni rumah.

Jaksa Abdul Basyir langsung mencecar Drajat. Jaksa merasa ada yang janggal dengan ketidaktahuan Drajat soal rumah yang dituju. Namun, berkali-kali Drajat menyatakan tidak tahu.

Drajat yang awalnya terus menjawab pertanyaan Jaksa, berubah gugup dan jawabannya terbata-bata. "Tidak tahu (namanya). Saya hanya mengantarkan, ternyata orangnya, ee, orangnya enggak ada. Istrinya yang terima," kata Drajad.

"Yang enggak ada siapa? Bagaimana Anda tahu alamatnya, tapi enggak tahu orangnya? Pasti Anda tanya. Masa tanya 'Pak anu ada?', kan enggak mungkin?" Abdul mencecar Drajat.

Lagi-lagi Drajat menjawab tak tahu. Dia pun terus mengaku hanya bertemu perempuan yang disebut sebagai istri penghuni rumah.

"Saudara bukan pesakitan di sini. Jadi, ngomong lempeng-lempeng saja. Ada konsekuensinya kalau Anda enggak beri keterangan dengan benar," kata jaksa mengingatkan Drajat.

"Enje (baik), Pak," jawab Drajat.

"Jadi itu istrinya siapa? Ade Komarudin?" tanya jaksa lagi.

"Saya enggak diberikan namanya. Saya enggak tahu, Pak. Uang hanya diberikan ke istrinya," jawab Drajat.

Sebelumnya, nama Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR, Ade Komarudin, disebut menerima uang USD10 ribu. Uang tersebut diberikan di rumah dinas Ade di Kompleks Perumahan DPR, di Kalibata. Namun, hal ini dibantah Ade saat memberikan kesaksian.

 


(UWA)