Kasus Novel Pertaruhan Kredibilitas Kepolisian

Damar Iradat    •    Kamis, 29 Jun 2017 16:12 WIB
novel baswedan
Kasus Novel Pertaruhan Kredibilitas Kepolisian
Penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: Ant/Jessica Helena.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian harus bisa mengusut tuntas kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Jika terus berlarut-larut, kepercayaan masyarakat kepada polisi bisa menurun.

Pengamat kepolisian Novel Ali mengatakan, tidak adil bila menyebut polisi lamban menangani kasus ini. Namun, bukan berarti polisi bisa membiarkan kasus penyiraman ini jadi terendap.

"Saya kira, lebih fair kalau mengusut dari fakta-fakta yang ada," tutur Novel saat dihubungi Metrotvnews.com, Kamis, 29 Juni 2017.

Menurut dia, mengungkap kasus yang menimpa Novel juga bukan soal mudah bagi Kepolisian. Polri harus berkoordinasi dengan KPK untuk mengejar pelaku aksi teror ini.

Dia pun menegaskan, Kepolisian harus bisa mengusut tuntas kasus tersebut. Hal ini untuk membuktikan keseriusan polisi dalam mengusut kasus kerabat Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan itu.

"Untuk kasus Novel ini harus diprioritaskan, karena ini menyangkut masalah kepercayaan," tutur dia.

Baca: KPK Tetap Percayakan Pengusutan Kasus Novel kepada Polisi

Novel diserang dua orang tak dikenal dengan menggunakan air keras pada 11 April 2017. Peristiwa itu terjadi usai Novel salat Subuh di masjid di dekat kediamannya, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Hampir tiga bulan pengusutan kasus ini berjalan, polisi kerap menemui jalan buntu. Polisi juga berencana kembali menemui Novel di Singapura untuk mendalami kasus tersebut. 

Baca: Tiga Saksi Mengaku Lihat Terduga Pelaku Penyerangan Novel

Di sisi lain, Novel menduga perkara ini melibatkan jenderal polisi karena lambannya proses penyidikan. Kepolisian mambantah keras tudingan Novel.


(OGI)

Rekam Jejak Hakim Praperadilan Setya Novanto

Rekam Jejak Hakim Praperadilan Setya Novanto

52 minutes Ago

Wakil Ketua PN Jakarta Selatan Kusno ditunjuk sebagai Hakim Tunggal praperadilan Setya Novanto …

BERITA LAINNYA