KPK Periksa Kasi Penataan Pertanahan Bekasi terkait Meikarta

Sunnaholomi Halakrispen    •    Kamis, 08 Nov 2018 11:06 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
KPK Periksa Kasi Penataan Pertanahan Bekasi terkait Meikarta
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Seksi Penataan Pertanahan BPN Kabupaten Bekasi Zumratul Aini. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaan suap perizinan pembangunan proyek Meikarta.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro)," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa Kepala Departemen Land Acquisition Perijinan, Edi Dwi Soesianto. Edi juga akan diperiksa sebagai saksi.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMN (Kepala Dinas Damkar Bekasi Sahat MBJ Nahar)," tutur Febri.

Baca: KPK Bidik Korporasi di Suap Meikarta

Belum diketahui apa saja yang akan digali penyidik. Sementara itu, sumber uang suap terkait kasus ini diduga berasal dari Lippo Group dan KPK telah menggali keterangan banyak pihak Lippo Group.

Antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady. Serta mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool. Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

Teranyar, giliran Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Melalui Hartono, penyidik lebih banyak mengonfirmasi soal asal uang hingga proses penyuapan.

Dari pemeriksaan itu terungkap juga adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng. Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu dengan Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng.

Bukan hanya James, Eddy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng. Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua Eddy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk berada di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar, terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.


(YDH)