KPK Sita Dokumen dari Rumah Inneke Koesherawaty

Juven Martua Sitompul    •    Kamis, 26 Jul 2018 20:31 WIB
ott kpksuap fasilitas lapas
KPK Sita Dokumen dari Rumah Inneke Koesherawaty
Juru bicara KPK Febri Diansyah - MI/Rommy Pujianto.

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah empat lokasi terkait penyidikan kasus dugaan suap jual beli fasilitas Lapas, Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Salah satu lokasi yang digeledah adalah kediaman Inneke Koesherawaty di Menteng, Jakarta Pusat.

Sedangkan tiga lokasi lain yang digeledah yakni ruang eks Kepala Lapas Wahid Husen dan eks Staf Lapas Hendy Saputra di Lapas Sukamiskin, Bandung. Kemudian, rumah Hendy di Rencasari, Bandung dan rumah Wahid di Bojongsoang, Bandung.

"Penggeledahan keempat lokasi itu dilakukan kemarin," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.

Febri menyebut, keempat lokasi itu digeledah selama 14 jam, terhitung sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Sejumlah dokumen disita penyidik dari penggeledahan itu.

Selain dokumen, penyidik juga ikut menyita satu unit mobil. Sayangnya, Febri tak menjelaskan detail pemilik mobil yang disita. 

"Dari lokasi tersebut, KPK menyita dokumen dan mobil dari rumah Hendri," pungkas dia. 

(Baca juga: Rumah Kontrakan Inneke di Bandung Digeledah KPK)

KPK sebelumnya menetapkan empat orang tersangka dalam kasus dugaan suap jual beli fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keempat tersangka itu yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husen, Hendy Saputra selaku staf Wahid, napi korupsi Fahmi Darmawansyah, dan napi umum Andi Rahmat selaku tangan kanan Fahmi.

Wahid diduga telah menerima dua unit mobil yakni Mitsubishi Triton Exceed dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar serta uang senilai Rp279.920.000 dan USD1.410. Pemberian itu diduga imbalan dari Fahmi yang telah mendapatkan fasilitas sel kamar mewah di Lapas Sukamiskin.

Atas perbuatannya, Wahid dan stafnya selaku penerima suap dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
 
Sedangkan, Fahmi dan Andi Rahmat selaku pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.





(REN)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA