Jaksa Tak Membebankan Ponakan Novanto Uang Pengganti

Damar Iradat    •    Selasa, 06 Nov 2018 15:14 WIB
korupsi e-ktp
Jaksa Tak Membebankan Ponakan Novanto Uang Pengganti
Terdakwa dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik Irvanto Hendra Pambudi (kiri) menjalani pemeriksaan sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Foto: MI/Pius Erlangga.

Jakarta: Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membebankan eks Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan pemilik PT Delta Energy Made Oka Masagung uang pengganti sebesar US$7,3 juta. Jaksa menilai uang pengganti itu sudah dibebani ke Setya Novanto, terpidana dalam kasus korupsi KTP elektronik.

Menurut jaksa, sesuai fakta persidangan, baik keponakan Setya Novanto itu dan Made Oka menerima US$7,3 juta dari sejumlah pihak. Namun, uang itu untuk kepentingan Novanto yang sempat menjadi ketua DPR. 

"Oleh karena itu, terhadap uang itu, para terdakwa tidak dituntut pidana tambahan uang pengganti," kata jaksa saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 6 November 2018. 

Sebelumnya, Irvanto dan Made Oka didakwa telah memperkaya Setya Novanto sebesar US$7,3 juta. Mereka berdua juga menggunakan modus melalui money changer agar transfer dengan jumlah besar dari luar negeri itu tidak terendus penegak hukum di Indonesia. 

Irvanto diduga menerima uang dari Direktur Biomorf Mauritius Johannes Marliem sebesar US$3,5 juta. Uang itu ditransfer secara bertahap ke sejumlah rekening di luar negeri milik orang lain. 

Baca: Permohonan JC Irvanto Ditolak

Sementara itu, Made Oka diduga menerima uang sebesar US$1,8 juta dari Johannes Marliem. Ia juga menerima uang untuk Novanto dari Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo sejumlah US$2 juta lewat modus penjualan saham. 

Atas perbuatannya, jaksa menuntut agar keduanya divonis bersalah oleh majelis hakim. Jaksa juga menuntut agar Irvanto dan Made Oka dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan. 





(OGI)