Dosen Terindikasi Radikal bakal Diberi Sanksi Tegas

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 16 May 2018 17:14 WIB
terorisme
Dosen Terindikasi Radikal bakal Diberi Sanksi Tegas
Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi M. Nasir

Jakarta: Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi M. Nasir memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada dosen yang terindikasi berpaham radikal. Sanksi tersebut bisa berupa pemecatan atau pemberhentian bagi dosen yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Oh kalau sanksi ya sesuai kalau pegawai negeri ada UU ASN tentang prinsip pegawai, itu nanti ada sanksinya," kata Nasir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Nasir juga meminta pihak kampus swasta dapat mengambil langkah tegas jika mendapati dosennya menyebarkan paham radikal. Langkah itu, lanjut dia, bisa dengan memberhentikannya.

(Baca juga: Kampus Diminta Selektif Pilih Penceramah Ramadan)

"Semua harus mengikuti apa yang ada di peraturan yaitu masalah radikalisme dan intoleran, kita harus bersihkan jangan sampai ada," tegas dia.

Ia sudah mendapat laporan ada sejumlah dosen yang terindikasi berpaham radikal. Namun, ia tak mau menyebutnya satu per satu.

"Ada diberhentikan sementara, ada dosen, dekan, ada juga kajur (kepala jurusan), prodi juga diberhentikan," kata dia.

(Baca juga: Radikalisme di Kampus Imbas Kebijakan Pendidikan Era Orde Baru)




(REN)

Hakim Tegur Irvanto

Hakim Tegur Irvanto

37 minutes Ago

Hakim Yanto menyebut, Irvanto memang berhak membantah keterangan para saksi. Namun demikian, Ir…

BERITA LAINNYA